Home

CAPING

Berani Komen itu Keren!

Pasang

Demi Ikut Program Pemerintah, Orang Kaya pun Mengaku Miskin, Etis?

Caping Editorial | 2 months ago

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun demi tahun memang selalu diintegrasi dengan kondisi dan situasi yang ada. Sesuai dengan Pergub nomor 9 tahu 2017, setiap sekolah tingkat SMA/SMK diwajibkan memenuhi kuota 20 persen bagi siswa miskin, 20 persen lagi melalui jalur prestasi, 10 persennya jalur lokal, serta 50 persen lainnya diambil dari jalur reguler.

Kebijakan tersebut diberlakukan dengan harapan adanya pemerataan bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu untuk bisa mendapat kesempatan bersekolah. Selain itu, kebijakan ini dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan derajat keluarganya. Semakin terbantunya anak-anak dalam memperoleh pendidikan ini diharapkan dapat membentuk citra kehidupan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia. Sayang kebaikan ini justru dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Terjadi kasus dimana anak seorang pengusaha di Medan dan anak dari Kapolsek Deli Serdang terbukti berusaha menggunakan surat miskin untuk masuk ke sekolah favorit, yakni SMA Negeri 1 Medan.

Penggunaan surat miskin atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ini diketahui dari hasil investigasi Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara. “Data yang kita peroleh adalah orang dengan kemampuan ekonomi yang baik, masuk SMAN 1 dari jalur warga miskin. Kita sudah investigasi ke Dinas Sosial, kelurahan dan desa sampai kepala dusun dan kepling. Dan ternyata benar, mereka ini orang yang mampu,” jelas Abyadi, Selasa (7/8).

Dari kasus ini tentu timbulah satu pertanyaan, apakah pemerintah yang kurang awas dalam mengawasi masyarakat, atau justu masyarakat sendiri yang lebih pintar dalam mengakali sebuah sistem?

Jangan lupakan juga kisruh pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berjalan beberapa tahun silam. Bantuan tersebut malah diterima oleh masyarakat yang berkecukupan. Para warga miskin yang seharusnya menjadi target sasaran malah tidak mendapatkan apa-apa. Mereka hanya bisa bengong saat melihat hak mereka diserobot oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Belum selesai sampai di situ, masih ada lagi kisah rusunami Kalibata. Rusun ini seharusnya ditujukan kepada orang-orang yang kurang mampu. Namun, yang terjadi di lapangan justru  yang jatuh ke tangan yang dirasa kurang tepat. Menurut Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR, Syarief Burhanuddin, mayoritas masyarakat yang menghuni rusunami bukanlah target pemerintah. “Itu salah sasaran,” tegasnya.

Semua kecurangan itu merupakan dari kurangnya rasa peduli baik dari hati maupun pikiran. Hal yang harus dicamkan baik-baik adalah keberadaan program tersebut untuk membantu kalangan yang kurang beruntung, bukan untuk dimanfaatkan. Inilah salah satu kelemahan dari masyarakat Indonesia dengan budaya aji mumpung-nya. Karena melihat adanya kemudahan, kita malah lupa diri dengan orang lain yang sebenarnya lebih membutuhkan.

Tidak adil jika kita hanya menyalahkan pemerintah karena dinilai lalai. Masyarakat yang baik itu adalah masyarakat yang turut mengontrol dan mengawasi. Jadi bukan hanya pemerintah saya yang menjadi pengawas, tapi kita pun juga harus melakukannya. Selama ini belum berjalan, pemerataan yang dicita-citakan pemerintah tidak akan terbentuk. Betul tidak Capingers?


Penulis: Gerry Fathullah

  • 7

  • 2

Rekomendasi Artikel

10 Keajaiban dunia yang masih tersembunyi versi Lonely Planet

Merdeka

Seram! Terdengar Teriakan Minta Tolong dari Dalam Kubur

Terselubung

33

Punya Alasan Unik, Sumpit Kayu Ini Juga Dapat Dimakan

Dreamers.id

19

Hasil Foto Terbaik di Dunia dengan Drone

Ganlob

4

Ketika Cerita Dongeng Dihadapkan dengan Kenyataan Hidup, Maka Inilah yang Akan Dialami oleh Para Putri Disney

Keepo.me

3

Top Comment

  • Areef Wiseman

  • 2 months ago

4

0

Semua kecurangan itu merupakan dari kurangnya rasa peduli baik dari hati maupun pikiran. Hal yang harus dicamkan baik-baik adalah keberadaan program tersebut untuk membantu kalangan yang kurang beruntung, bukan untuk dimanfaatkan. Inilah salah satu kelemahan dari masyarakat Indonesia dengan budaya aji mumpung-nya. Karena melihat adanya kemudahan, kita malah lupa diri dengan orang lain yang sebenarnya lebih membutuhkan.

  • alice123

  • 2 months ago

wah mantap nih pembahasannya dalem bener

view more >>

  • Animora Desmyker

  • 2 months ago

3

0

Saya nggak ngerti yaaa kenapa masyarakat Kita yg mampu mau berbuat seperti itu. Apakah di hatinya nggak Takut akan Allah? trus apaa fungsi ibadah mereka? nggak takut di bikin miskin sm Allah gitu?

  • Piyan Dinanto

  • 2 months ago

terlalu!!!serahkahnya....

view more >>

  • Teddy Iman Sudjudi

  • 2 months ago

3

0

kerna moralitasnya oknum" tsb n yg lain lagi itu sdh hilang rasa malu ego yg bebal,kpedulian yg sdh kurang,pmahaman agama juga minimalis......mungkinkah bngsa ini sudah sparah itu......?

  • ivanstar

  • 2 months ago

akut

view more >>

  • Juita Sari Leta

  • 2 months ago

9

0

itu sbnarnya contoh orng nda sombong kaya tpi ngaku miskin 'cuma ksalahannya dia ingin mmperkaya diri tnpa melihat msh bnyk orng laen yg hidup lbih mmprihatinkn dn mmbutuhkn dna bntuan skolah dibndingkn si orng ky tdi

  • Adi Jamers

  • 2 months ago

Mngkin yg lbih bagus itu orang kaya yg sederhana ga blagu dan bnyk gaya, Itu baru contoh yg baik

view more >>

Latest Comments

  • Widi Tamtyarini

  • 2 months ago

0

0

Orang kerja keras pengen kaya,,ini malah pengen diakui miskin...wkwkwk...

  • Ariyani Mirna

  • 2 months ago

4

0

dikasih miskin beneran aja

  • Wisnu Agung

  • 2 months ago

miskin..rasa kaleee..

  • OntyJelo

  • 2 months ago

2

0

Ya ampun jgn gitu kali yah mbok jujur aje sih

  • Jamal

  • 2 months ago

0

0

baguslah intogasinya

  • alice123

  • 2 months ago

1

0

waduh udah begini aja semua belaga miskin deh

  • ivanstar

  • 2 months ago

OKB nyarik tempat eksis

view more >>

Tulis komentar...