Home

CAPING

Berani Komen itu Keren!

Pasang

Kemendagri Diserang Demonstran, Inikah Wujud Demokrasi di Indonesia?

Caping Editorial | 2 months ago

15 orang telah diamankan terkait kericuhan di kantor Kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat hari Rabu (11/10). Penyebab kericuhan tersebut diyakini sebagai bagian dari sengketa Pilkada di kabupaten Tolikara, Papua. Peristiwa ini merupakan ekspresi anarkis dari ormas yang tergabung dalam Barisan Merah Putih Tolikara. Mereka telah berada di sekitar kantor Kemendagri semenjak dua bulan lalu. Akibat kericuhan itu, beberapa fasilitas di kantor Kemendagri mengalami kerusakan.

Pada awalnya massa yang berjumlah sekitar 30 orang menggelar aksi unjuk rasa sebelum akhirnya menjadi ricuh. Massa menuntut Mendagri untuk mengesahkan John-Barnabas Weya.

Saat hendak memulai pertemuan, massa malah kabur dari ruangan dan bersikeras tidak mau menemui perwakilan Kemendagri, Soeamrsono dan Soedarmo. Tidak lama setelah itu, massa langsung menyerang kantor Kemendagri. “Mereka protes putusan MK, singkatnya, si A lawa si B bersengketa, akhirnya ke MK, MK putusan sikapnya final. Ketika MK putus A, dia minta B disahkan, Mendagri pasti akan SK-kan putusan MK. Ini contoh ketidaksiapan Pilkada, tidak siap menang dan kalah. “ Ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Soemarsono.


Etika berdemokrasi di Indonesia seakan luntur


Sebagai negara demokrasi, pilkada memang sejatinya dihias dengan kekalahan dan kemenangan. Kesadaran berdemokrasi seharusnya dimiliki oleh sang calon pemimpin. Bukan hanya dalam menerima kekalahan saja, si calon pemimpin juga harus dapat mengendalikan massa pendukungnya dalam menyikapi kekalahan. Jangan malah dikompori untuk berbuat anarkis.

Pertemuan antara Soemarsono dan Soedarmo dengan ormas Barisan Merah Putih Tolikara sejatinya sudah diakhiri dengan kesepakatan oleh kedua belah pihak. Sayangnya bukan kesepakatan yang didapat, malah kericuhan yang terjadi. Hal ini yang sangat disayangkan oleh berbagai pihak, khususnya Kemendagri.

Menjadi bagian dari negara demokrasi secara langsung memaksa masyarakatnya untuk hidup dalam balutan hukum. Selain itu, dalam kehidupan berdemokrasi masyarakat juga harus bisa menyelaraskan pandangan yang demi satu tujuan. Tidak ada ruang bagi aksi anarkis. Inilah alasannya kenapa anarkisme kelompok Barisan Merah Putih Tolikara menjadi tolak ukur. Masih kurangkah pemahaman hidup berdemokrasi di Indonesia?

Bagaimana menurut Capingers?


Penulis: Gerry Fathullah


  • 1

  • 2

Rekomendasi Artikel

Inilah Kisah Seram Asrama Universitas Indonesia yang Bikin Tidur Tak Nyenyak

Yukepo

Lakukan 8 Hal Ini di Sosial Mediamu, Dijamin Karirmu Akan Naik

Idntimes

Penghasilan Mencengangkan Adele per Malam

Viva

3

Ini 8 Pengaruh Seks Terhadap Kerja Otak

Tribunnews

Uus Diserang Netizen Lagi, Kali Ini Karena Bercanda (atau Serius?) Mau Bantu Habib Rizieq Beli Sampo

Hipwee

2

Top Comment

  • Alex Kevin

  • 2 months ago

1

0

demokrasi indonesia lebih ke democrazy..

  • zekevron

  • 2 months ago

nice analogi 👌🏽 democrazy

view more >>

  • ikhwan nurudin

  • 2 months ago

3

0

beritanya kasih gambar pelaku penyerangan berbaju kotak ² sajalah biar greget. daripada cuma gambar kaca pecah.

  • ivanstar

  • 1 month ago

[face=Semangat!]

view more >>

  • Husna Hamsoen

  • 2 months ago

4

0

demokrasi yg salah arah,,, #mestinya brtujuan membangun bukan utk merusak

  • Ariyani Mirna

  • 2 months ago

betul...tp jaman Skrng kebanyakan bs nya hanya merusak

view more >>

Latest Comments

  • Zakaria Daud

  • 1 month ago

2

0

ikut nyimak aja dah😁

  • cosim

  • 1 month ago

3

0

waduh serem bgt nih deh sampe begini nih

  • Krisna Dari Langit

  • 1 month ago

1

0

dibayar berapa nich...

  • cosim

  • 1 month ago

hayo ini di bayar berapa nih

  • zekevron

  • 2 months ago

2

0

udh ada kesepakatan knp malah anarkis deh, ngaco

  • cosim

  • 1 month ago

bener nih kok malah anarkis sih nih

  • Suwaji Waji

  • 2 months ago

1

0

Ya ini kan orang orang Gendeng / Edan semua.mereka memaksakan ke Hendaknya.ini tdk harus di Proses Hukum sesuai aturan.

  • cosim

  • 1 month ago

iya nih bener gendeng semua deh yah

view more >>

Tulis komentar...