Home

CAPING

Berani Komen itu Keren!

Pasang

Cicilan Mobil Jadi Penyebab Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Tangerang

Bantennews | 3 months ago

Ilustrasi foto istimewa - tribunnews.com

TANGERANG – Polisi akhirnya menetapkan Muchtar Effendi alias Pendi (60) sebagai tersangka pembunuhan sekeluarga di Perumahan Taman Kota Permai 2, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Warga menemukan satu keluarga tewas di dalam kamar depan rumahnya. Pembayaran cicilan mobil menjadi penyebab pembunuhan satu keluarga tersebut.

Adalah Ema (40) dan dua anaknya Nova (19) dan Tiara (11) ditemukan terkapar di dalam kamar yang sama. Sedangkan Pendi, kepala keluarga ditemukan tergeletak di kamar belakang rumah dalam kondisi luka bekas tusukan di leher dan perut.

Pendi menghabisi nyawa Ema (40) dan dua anak tirinya Nova (19) dan Tiara (11). Ketiganya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam kamar depan rumah tinggalnya pada Senin, 12 Februari 2018.

Sedangkan Pendi, suaminya ditemukan warga di kamar belakang dengan luka tusuk. Pendi masih bisa diselamatkan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Motif pembunuhan sadis oleh Pendi terhadap istri dan dua anak tirinya itu karena terbakar emosi terhadap ulah Ema. Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar Harry Kurniawan mengatakan, motif pembunuhan sadis itu dilakukan lantaran Pendi kesal terhadap Ema saat meminta uang untuk bayar cicilan mobilnya tersebut.

Kekesalan yang memuncak itu sempat membuat Pendi dan Ema cekcok mulut. Hanya saja, perselisihan Ema yang dikenal warga setempat sebagai pedagang pakaian dengan suaminya saat itu tidak sampai berujung bentrokan fisik.

“Jadi tiga hari sebelumnya itu sempat cek-cok dengan korban (Ema). Pelaku kesal saat istrinya meminta uang cicilan mobil. Sehingga, pelaku berniat untuk melakukan hal itu,” kata Harry dilansir Kriminologi.com.

Pendi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Ema, istri dan dua anaknya setelah menemukan sejumlah barang bukti dan petunjuk yang mengarah kepadanya.

“Dari hasil keterangan awal serta keterangan saksi dan barang bukti. Jadi kami tetapkan Muchtar Effendi sebagai tersangka,” ujar Harry.

Sebelumnya diberitakan, sekeluarga yang terdiri dari ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di kamar depan rumahnya kawasan Perumahan Taman Kota Permai 2, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Senin, 12 Februari 2018.

Sementara Pendi, kepala keluarga ditemukan warga tergeletak di kamar belakang rumah dengan kondisi luka tusuk. Warga langsung mengevakuasi Pendi dengan membawa ke rumah sakti terdekat. (Red)

Lihat Sumber

  • 5

  • 1

Rekomendasi Artikel

Mirip Kisah Malin Kundang, Tubuh Anak Ini Membatu. Gara-gara Durhaka atau Apa Ya?

Keepo.me

5

Terkuak! Inilah Pekerjaan yang Paling Diminati Para Generasi Milenial

Job-Like

Pesan Whatsapp yang Dihapus Pengirim Bisa Dibaca Kembali

LiputanOke

Rela Kemana-mana Naik Sepeda dan Anti Makan di Luar, Tabungan 300 Juta Setahun Bukan Lagi Mimpi

Hipwee

6

Ini Ramalan Baba Vanga yang Bakal Terjadi di Masa Depan

Jadiberita

23

Top Comment

  • Aryo

  • 3 months ago

6

1

hadeh,sdh banyak contoh kok ya masih saja seperti itu... emosi boleh,tp kepala tetap dingin..

  • AlmiraNadila

  • 3 months ago

emosi yg buat gelap mata, hati dan pikiran.. apa susahnya jadi org sabar hiiks..

  • Animora Desmyker

  • 3 months ago

9

0

terlalu mengikuti gaya hidup melebihi kantong pendapatan akan terlibat hutang, akhirnya memicu pertengkaran yg berujung pada pembunuhan. seandainya sadar akan kemampuannya tentu kejadian seperti ini tdk akan terjadi.

  • Yondri Lbn

  • 3 months ago

Ya begitulah

view more >>

  • Ngadiono

  • 3 months ago

11

0

Innalillahi wa innailaihirrojiun....

  • Yondri Lbn

  • 3 months ago

12

0

Benar saja masalah ini spt kita bicarakan kemaren kl ngak cemburu ya hutang, tp hanya krn cicilan mobil tiga nyawa melayang dan istri serta anak lg... Cccccccc Lg2 dunia edan, eh Si Pendi edan. Selamat nyantren Pendi bahkan juga di suruh nyusul istri sama anak tu oleh hukum....

  • AlmiraNadila

  • 3 months ago

😮😮😮😮

view more >>

Latest Comments

  • Dal Allen

  • 3 months ago

4

0

Sepertinya itu Istri yang.....kesekian Usia pelaku 60 tahun, Istri 40 tahun dan anak baru 19 tahun dan 11 tahun Habis dirong-rong Istri-Istri yang lain, Istri yang lain jadi tumbal.. Buat para lelaki, kalau tidak mampu berlaku adil (Dan kalian tidak akan mampu berlaku adil), satu saja sudah cukup.. Nabi tidak pernah melamar wanita karena nafsu, melainkan para wanita yang menginginkan menjadi Istri Nabi, dan kalau wanita yang meminta pastilah dia sudah merasa adil, dia bisa menerima apapun yang diberikan oleh suaminya.. INDIKATOR ADIL ADALAH HATI BUKAN HARTA..

  • Gugun Gurnita

  • 3 months ago

1

0

otak sdh mentok, emosi yg dominan, bukannya menyelesaikan masalah malah menimbulkan masalah, penting jadi bahan renungan.

  • hendry.ace11 lyon

  • 3 months ago

1

0

manusia mcm gt msh di ksh hidup,bsg di penjara seumr hidp atau hukum mati aj!biar Aman.

  • Rizal Melayu

  • 3 months ago

5

0

suguh ktrlaluan..

  • tan triono

  • 3 months ago

4

0

Waduh... sudah edan suami ini gara gara uang sampai tega menghabisi nyawa istri dan 2 anak tirinya polisi harus mengusut lebih dalam mungkin ada motif lain juga

view more >>

Tulis komentar...