Home

Isyarat Terlarang Sampai Ketidakberadaban, Makna Tersembunyi Tato Jepang

Okezone | 1 year ago

DI beberapa negara di dunia, memiliki tato dianggap menjadi tren hingga identitas budaya. Namun, berbeda halnya dengan di Jepang, memiliki tato bisa menjadi suatu masalah besar.

Ya, beberapa suku dan budaya, tato memang menjadi sebuah tanda yang memiliki maksud tertentu. Meski awalnya tato memiliki makna negatif, kini hal tersebut sudah menjadi hal biasa di kalangan masyarakat. Namun, tak demikian yang terjadi di Jepang.

Tato memiliki makna yang berbeda di Jepang. Tato merupakan simbol seorang mafia Jepang yang biasa disebut dengan yakuza, di mana ini menjadi ancaman bagi publik Jepang. Tato yang digambar pada tubuh mereka menunjukkan apa yang telah mereka lakukan terhadap orang lain. Tepatnya pada zaman Edo (1600-1868) dan berlaku pada suku Ainu, pemerintah memutuskan untuk membedakan warga yang melakukan tindakan kriminal menggunakan tato.

BACA JUGA:

5 Motif Tato yang Bakal Tren di Tahun Ini

Hati-Hati! Penggunaan Tato Mainan pada Anak Picu Ruam

Menurut publikasi berjudul ‘Tattoos in Japanese Prints’, yang berasal dari Museum of Fine Arts, Boston, perkembangan tato menjadi sebuah nilai seni muncul pada abad ke-19. Seorang penulis bernama Sarah E. Thompson, curator kesenian Jepang di Museum Fine Arts, Boston, sempat menelusuri sejarah tersebut melalui publikasi berjudul ‘One Hundred and Eight Heroes of the Popular Water Margin’, yang merupakan karya seniman bernama Utagawa Kuniyoshi pada 1827-1830.

Dalam karya tersebut, diceritakan bahwa ada beberapa orang yang tubuhnya ditutupi dengan tato tubuh. Beberapa motif lazim yang dikenakan di antaranya adalah naga, iblis, predator yang menakutkan, ikan koi, bunga sakura, hingga ragam motif yang penuh makna.

“Menekankan pada tato yang dipakai oleh beberapa orang tersebut, Kuniyoshi tak hanya mengeksploitasi daya tarik yang eksotis tapi juga memberi isyarat mana yang terlarang, terutama bila tato di Jepang telah dilarang dan berkembang menjadi sesuatu yang dikenal dengan mode,” kata Thompson, seperti yang dikutip CNN, Selasa (29/8/2017).

Dampak dari publikasi ‘Water Margin’ dan karya serupa dari Kuniyoshi langsung berkembang sangat cepat di zaman tersebut. Seiring bertambahnya tahun, para seniman tekstil mengecat motif menyerupai tato pada desainnya. Begitu pula beberapa bintang pertunjukan yang menggunakan tato pada kulitnya.

Namun, pada tahun 1872, saat Jepang mulai mengarah pada westernisasi, tato dilarang oleh pemerintah Jepang. Kala itu, tato dianggap sebagai bentuk ketidakberadaban dan kuno. Kemudian, larangan tersebut dicabut setelah Perang Dunia ke-2.

BACA JUGA:

4 Tradisi Tato Unik dari Mesir hingga Tanah Air

Mau Hapus Tato dengan Laser? Simak Hal yang Harus Diketahui Lebih Dulu!

Hingga kini, terlepas dari apakah Anda bagian dari yakuza atau tidak, bahkan bila memiliki tato kecil bergambar kupu-kupu, Anda bisa mengalami beberapa kesulitan dalam hidup. Persamaan tato yang diidentifikasi sebagai yakuza memang sangat kuat dalam masyarakat Jepang. Anda bisa saja akan menemukan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan di perusahaan terkenal, penegakan hukum, pekerjaan pemerintah, dan lainnya,

(dno)

TAG : Tato di Jepang Makna Tato Tato

Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

3 Dialog Imajiner Warganet Tentang Tatapan Chelsea Islan ke Jokowi Ini Kocak Abis

Akurat.co

Mandi di Kolam, Aura Kasih Uji Puasa Kaum Adam?

Rakyatku

3

Pornhub: Filipina Berada di Peringkat Pertama Negara Paling Lama Menonton Film Porno

Okezone

2

Suka Bicara Sarkas Tanda Kamu Orang Cerdas, Ini Buktinya!

Vemale

Dilantik jadi Dubes Lebanon, Hajriyanto Tepis Ada Bagi-bagi Jabatan

Merdeka

Tulis komentar...