Home

Ini 5 Fenomena Politik Jelang Pilkada Serentak 2018

Akurat.co | 1 year ago

Ini 5 Fenomena Politik Jelang Pilkada Serentak 2018

Ilustrasi Pilkada Serentak 2018. AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba

AKURAT.CO, Ada apa dengan sejumlah partai politik (parpol) di Indonesia yang menggonta ganti pasangan calon (paslon) di Pilkada Serentak 2018? Mengapa penentuan nama paslon di ujung waktu? Juga mengapa parpol seperti kesulitan menentukan paslon?

Pertanyaan-pertanyaan di atas memang pantas muncul dan dipertanyakan oleh publik. Sebab, parpol di Indonesia seperti baru pertama kali ikut dalam kontestasi politik, gamang dan bingung dalam menentukan sikap.

Baca Juga

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, pun mencoba menganalisis fenomena tersebut. Adi mengungkapkan, setidaknya ada lima faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Pertama, prioritas utama paslon adalah menang, bukan uji coba karena hanya satu putaran. Itu artinya, penjajakan koalisi yang dilakukan sejauh ini belum solid yang memungkinkan terjadinya bongkar paslon setiap saat," ungkapnya kepada AKURAT.CO, Jakarta, Jumat (19/1).

Kedua, Adi mengatakan, ada kesepakatan politik yang dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan teman koalisi.

Misalnya, PKS mencabut dukungan ke Deddy Mizwar (Demiz) di Jawa Barat karena Demiz punya kesepakatan tersembunyi untuk dukung calon presiden Partai Demokrat di 2019.

"Ketiga, pergerakan peta politik yang dinamis. Di Sumut (Sumatera Utara) misalnya, Golkar dan Nasdem narik dukungan ke Tengku Ery beralih mendukung Edy Rahmayadi. Tak ada yang nyangka, Edy ternyata lebih memiliki daya magnet elektoral ketimbang calon lain," ujarnya.

Keempat, lanjut Adi, banyak partai yang tidak percaya diri, bahkan gagal mengusung paslon yang akan diusung.

Misalnya poros Gerindra, PKS dan PAN di Jawa Timur (Jatim) bubar karena paslon yang akan diusung tak mendapat respon baik publik.

"Akhirnya, 3 partai ini membelah dukung 2 paslon. PKS dan Gerindra ke Ipul, PAN ke Khofifah," katanya.

Kelima, Adi menambahkan, karena peta koalisi sangat cair. Pilkada Serentak 2018 ini menegaskan betapa tidak adanya sekat-sekat ideologis parpol. Parpol blok pemerintah dan blok oposisi dalam banyak Pilkada Serentak 2018 bisa bergandengan tangan.

"Di Jatim, PKS dan Gerindra malah bersatu di barisan Gus Ipul. Di Jateng (Jawa Tengah) Demokrat dan PDIP malah mesra," ungkapnya.[]

Tags

Pilkada Pemilu Fenomena Fakta Politik Partai KPU Bawaslu

Editor. Melly Kartika Adelia

Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

Banyak Orang Ikut Tes CPNS, Berapa sih Gajinya?

Tirto.id

2

Kisah Seorang Penjahat Perang Somalia yang Jadi Sopir Taksi Online Tanpa Ketahuan Selama 18 Bulan

Intisari-online

1

Rey Utami dan Pablo Putera Benua Bikin Heboh Lagi

Bintang

2

Artis-Artis Ini Dihujat Karena Pakai Produk KW, Tapi Kalau Pakai Branded Terus Pun Nggak Bijak Lho

Hipwee

16

Soto Ayam Kampung Bu Pur di Madiun, Sederhana Tempatnya Mewah Rasanya

Travelingyuk

Tulis komentar...