Home

5 Dampak Jika Terlalu Protektif Pada Anak

Glitzmedia | 1 year ago

Hindari cara didik terlalu protektif pada anak.

Durasi baca: 1 menit 


Banyak orangtua yang merasa khawatir berlebihan pada anaknya. Mereka takut hal negatif mengintai anak ketika berada jauh, termasuk saat mereka tengah bersekolah. Pola asuh yang terlalu protektif, serba melarang dan selalu mencurigai anak, bisa memberikan dampak buruk bagi pertumbuhan fisik maupun psikologis dari anak tersebut, seperti berikut ini.


TIDAK MAU TERBUKA

Ketika anak melakukan kesalahan sedikit saja, Anda seringkali langsung membentak dan memarahinya—termasuk saat berada di depan umum. Kondisi ini tidak hanya membuatnya enggan bergaul, tetapi cenderung menutupi masalah kepada orang terdekat termasuk orangtuanya. Mereka lebih memilih untuk meninggalkan masalah dan berusaha menyelesaikannya sendiri, guna mencegah terjadinya kesalahpahaman yang mungkin akan terjadi.


SERING BERBOHONG

Cara didik yang terlalu protektif tidak hanya berdampak pendek tetapi juga panjang. Mereka akan terbentuk menjadi pribadi yang suka berbohong dan mencari banyak alasan untuk menghindari perdebatan dengan orangtuanya. Akibatnya, Anda tidak dapat memantau apa yang tengah anak hadapi saat ini, siapa lingkungan pergaulannya, bahkan buruknya Anda lebih memercayai anak ketika mereka berbohong daripada saat mereka berkata jujur.


MUNCUL SIKAP PEMBERONTAK

Ketika pola asuh yang Anda terapkan terlalu ketat, maka muncul sikap pemberontak dari anak tersebut. Mereka menjadi tidak mau mendengarkan sama sekali apa yang Anda katakan, bahkan cenderung membantah semua ucapan dari orangtuanya. Buruknya, mereka akan meninggalkan rumah, jika merasa dirinya sudah cukup mandiri dan mapan untuk pergi dari tekanan yang ada di dalam rumah.


(Foto: Freepik.com)


TAKUT BERARGUMEN

Orangtua yang terlalu protektif membuat anak susah berpendapat. Mereka akan lebih sering mendengarkan daripada memberikan masukan. Kebiasaan ini akan terbentuk hingga anak tersebut dewasa. Ia menjadi takut untuk beradu argumen dan menyimpan semua pendapatnya di dalam hati. Mereka tidak mau jika ungkapannya akan menyakiti atau membuatnya terkena marah dari orangtuanya.


KURANG KREATIF

Saat anak hidup dalam tekanan dan serba larangan mereka akan memiliki ruang lingkup terbatas termasuk dalam pergaulan. Sehingga jiwa kreativitasnya menjadi terbatas dan tidak dapat bereksplorasi. Ia menjadi sulit berkembang dan lebih suka berada pada zona nyaman. Hal ini akan membuatnya ketergantungan pada orangtua dan sulit mandiri ketika dewasa nanti.


(Elizabeth Puspa, foto: Fwstudio/ freepik.com)


Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

8 Foto Kocak Bukti Kalau Bahagia Itu Bisa Sederhana

Pulsk

2

Makan Daging Kambing Ternyata Tak Bikin Tensi Darah Naik

Rakyatku

4

Para Wanita di Eropa Masukkan Es Krim ke Miss V saat Cuaca Panas, Ini Bahaya yang Mengintai

Wartaekonomi

3

Kelewat Instagramable, Pemilik Pilih Tutup Taman Bunga Ini

Dreamers.id

Ada Janin Saudara Kembarnya di Perut Remaja Ini

liputan6

1

Tulis komentar...