Home

Mungkin Tasbih dan Rosario Memang ditakdirkan Untuk Tetap Erat Pada Genggaman Jemari Kita Masing-Masing

Merryriana.co | 1 year ago

Tanpa sengaja kita bertemu dan saling mengenal, seiring berjalannya waktu kita pun menjadi semakin dekat dan memiliki rasa yang sama. Mencoba saling bicara dan mengungkapkan apa yang sedang kita rasakan, walaupun kita sadar bahwa kita berbeda. Bukankah Tuhan menciptakan manusia untuk saling berpasangan dan mencintai? Namun kita juga tak menginginkan untuk dilahirkan berbeda.


"Tuhan, sempat terlintas pikirku, kenapa kau pertemukan aku kepada dia yang berbeda? Apakah ini hanya sebuah kisah? Atau takdir yang harus kami lalui bersama?"

1. Pertemuan Tanpa Kesengajaan

Hei bilang ini kebetulan, kebetulan kita bertemu dan berkenalan tanpa ada rasa pada awalnya, hanya sedikit ketertarikan. Tapi apakah ini masih kebetulan ketika situasi seolah mendukung, membuatku menjadi begitu dekat denganmu. Jalan yang tak pernah terduga, tapi pasti tak ada yang kebetulan di tangan Sang Sutradara hidup, karena justru di sinilah semua cerita kita dimulai.


2. Rajutan Kisah Diantara Perbedaan

Aku tahu, kamu tahu, kita tahu dari awal bahwa kita berbeda dan bahwa keyakinan bukanlah hal yang bisa dikompromikan. Tapi mungkin panah si cupid sudah terlanjur tertancap, rasa cinta dan ketertarikan yang tak lagi bisa dibendung sehingga kita menjadi begitu keras kepalanya dengan memilih untuk coba merajut kasih dengan kesadaran penuh yang tak lagi kita perdulikan, bahwa kita berbeda keyakinan.


3. Semua Terasa Menyenangkan Bersamamu

Kamu memang berbeda dari semua pria yang selama ini pernah singgah atau pun sekedar hilir mudik dalam kisah ku. Bersamamu aku merasakan kebahagiaan itu, cinta yang tulus, canda, tawa, semua hal bisa menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Semua terasa begitu ringan dan menyenangkan bersamamu.


4. Aku Menyayangimu Meski Tak Bisa Bersamamu

Aku yakin kamu tulus menyayangiku, sebagaimana aku juga yakin bahwa kamu tahu bagaimana aku menyayangimu. Hanya saja untuk kali ini mungkin takdir tidak berpihak pada kita. Kita dilahirkan, dibesarkan dan dididik dari 2 keluarga dengan kepercayaan yang berbeda. Sekalipun kepercayaan adalah hak dan pilihan yang paling azasi setiap individu, tapi tetap saja kita telah dibentuk dan ditempa dari 2 keyakinan yang berbeda selama bertahun-tahun lamanya, walaupun keduanya sama-sama mengajarkan kebaikan.


5. Jangan Menyalahkan Siapapun

Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, bahwa tidak ada yang kebetulan di dalam rencana Sang Sutradara hidup. Mungkin dia mempertemukan kita hanya agar kita bisa saling bersahabat, tidak lebih, tapi kita yang telah “secara sadar memilih” untuk menaikkan level hubungan ini menjadi sepasang kekasih, dengan konsekuensi yang sudah kita sadari sebelumnya tapi tidak kita pedulikan pada saat itu dan menganggap prinsip “jalani saja dulu” adalah pembenaran untuk menjadikan pilihan kita sah. Tanpa kita sadari waktu telah mengukir begitu banyak kenangan dari hari-hari yang kita jalani dalam kisah kita. Jadi ketika semua harus diakhiri, ketika semua rasa manis itu telah berganti menjadi kesedihan, jangan pernah sesali dan menyalahkan siapa pun, termasuk Sang Sutradara hidup, karena kitalah yang memilih untuk memulai luka itu.


6. Berhenti Berjuang Bukan Berarti Menyerah

Ketahuilah bahwa aku sudah merelakan semuanya dan aku harap demikian juga denganmu. Tak ada lagi yang perlu diperjuangkan dan diperdebatkan.Kita berhenti berjuang bukanlah berarti menyerah, tetapi itu karena kita telah memilih untuk tidak membuat cinta kita menjadi egois dengan tidak menyakiti orang-orang terdekat yang kita sayangi, walau mungkin ada rasa sakit dan pedih yang akan kita rasakan.Tapi suatu saat nanti kita pasti akan mengerti mengapa kita memilih untuk berhenti. Mungkin bahagia akan kita dapati dengan cara yang berbeda, ya mungkin tidak dengan kita memiliki satu sama lain. Agama kita berbeda. Tuhan kita tidak sama. Keyakinan kita jelas tak sejalan. Aku tak menyesalkan dengan adanya segala perbedaan di antara kita. Aku hanya menyesalkan kenapa harus ada hati di dalamnya. Sampai aku harus kembali merasakan sakit di dada. Apa kali ini aku sedang tak tahu diri? Yang mencoba menampik segala logika dan lebih mengedepankan rasa. Jika dipertimbangkan kembali. Batasannya telah mutlak dan tak bisa kuganggu gugat. Aku menyerah..



Percaya saja bahwa Sang Sutradara hidup tidak pernah tidur, dia akan selalu memberikan yang terbaik, hanya saja cobalah berbincang dengannya jika engkau, aku, kita memutuskan untuk memilih seseorang yang akan mendampingi kita nantinya dan janganlah terlalu keras kepala jika kau mendengar nasehatNya yang mungkin melalui orang-orang yang juga tulus menyayangimu.

Tasbih ini ku genggam erat dan menyiksaku perlahan.. Lalu bagaimana dengan Rosariomu?? Kau telah kalungkan erat juga kah sampai tersekat rasa itu di pangkal hidup kita? Entah bagaimana ada suatu keteguhan ini sampai kita bertahan. Apa karena cinta yang telah kita ciptakan? Kita kah? Tercipta kah? Atau ada Dia yg turut andil disana? Dia? Dia versi mu atau Dia versiku? Bukankah Dia satu? Lalu mengapa kita berbeda? "Jangan cari pembenaran.. atau kambing hitam." Lalu ternyata cinta hanya untuk mereka dengan agama yang sama, dengan suku dan kasta yang sama, status sosial yg sama? dan (apa seharusnya) berbanggalah mereka yang ‘berbeda’ namun tetap dapat menjalin kehidupan berbahterakan rumah tangga? "Sayangnya, tidak semua dari kita bisa memilih takdir yang kita suka.." Sudah tau beda, kenapa dulu diterusin aja? Ha.. mungkin versi Cinta tak kenal logika, bermain dlm kasus ini? Cinta yang tak mungkin? Kamu tahu solusinya? Ya kami punya. Keteguhan dan kekuatan hati, kesabaran dan sebuah keikhlasan,, "Entah harus menjalaninya kemudian mengalah dengan menunjukkan perbedaan yang dipersamakan," Atau berhenti dan berpisah… "Cinta toh nanti hilang pula, seperti dulu awalnya muncul pun tak direncanakan..," "Tuhan yang nanti kan menolongmu atau mungkin juga menghukummu", mereka bilang.. "Tuhan yang mana?" Kan ada satu.. "Ohh..Mengertilah cintaku.." "Apa mungkin?? Air mata kita sia-sia.." "Kita memiliki kebahagiaan yang tak bisa dimengerti banyak orang, mereka yang sibuk menghakimi kita.." "dan kita tetap saling menguatkan.." "Terimakasih karena telah menjadi tegar untuk kita, berjuang, meski dalam kesakitan.."


Tak semua yang ku tulis adalah tentangku, tak semua yang kau baca adalah tentangmu…

Ini untuk kita, yang sedang memperjuangkan sesuatu.. bahkan untuk cinta yang sama namun tak mampu saling bersama…

God is good, even when peole are not..


BACA JUGA


Sedih, 3 Kisah Calon Pengantin yang Pasangannya Meninggal Karena Kecelakaan

Di saat hari yang paling ditunggu-tunggu tinggal menghitung hari

Read more..


Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

Mengenal Buteyko Breathing, Tidur dengan Mulut Diplester yang Sedang Viral di Indonesia

boombastis

Ahmad Dhani Dititipkan ke Rutan Medaeng Usai Sidang Perdana di Surabaya

Merdeka

4

Dapatkah Ledakan Gas Menjelaskan Fenomena Segitiga Bermuda?

Nationalgeographic

Wah, Teh Basi Ternyata Bisa Menghilangkan Uban!

DokterSehat

Guru Penyebar Hoaks Surat Suara Segera Diadili

Metrotvnews

Tulis komentar...