Home

Meski Sudah Mati, Tubuh Pria Ini Diawetkan Lalu Dipajang

Vebma | 10 months ago

Jeremy Bentham adalah salah satu anggota pendiri perguruan tinggi University College London, filsuf Inggris abad ke-18 dan reformis sosial. Meski sudah lama mati namun tubuhnya masih duduk kaku di atas bangku kayu dengan tongkat kayu di antara kakinya. 

Sesaat sebelum kematiannya pada tahun 1832, Bentham membuat surat wasiat untuk menginstruksikan dokter keluarganya untuk memotong tubuhnya dan mengawetkan kerangkanya, dan menetapkan aturan bagaimana kerangka itu harus ditutupi dengan pakaian.

Jeremy Bentham menyebutnya "Auto Icon", yang kurator UCL, Nick Booth, percaya bahwa makna penamaan tersebut berarti "citra diri".

Awalnya, Bentham meminta agar kepalanya dimumikan menggunakan proses yang dilakukan oleh penduduk asli Selandia Baru. Sayangnya, seperti yang dicatat oleh situs Universitas College London, proses tersebut tidak berjalan dengan lancar dan meninggalkan ekspresi yang menakutkan.

Satu lagi keinginan konyol Bentham, seperti yang tertulis dalam surat wasiatnya adalah agar tubuhnya di hadirkan ke acara pertemuan yang diselenggarakan oleh teman-teman dan murid-muridnya.


Permintaan aneh memunculkan spekulasi bahwa Auto-Icon secara teratur dihadirkan pada setiap pertemuan Dewan Kampus UCL ( University College London ). Auto-Icon tercatat pernah dihadirkan pada tiga pertemuan dewan UCL pada tahun 1926, pada ulang tahun ke-100 UCL, pada tahun 1976, pada ulang tahun ke-150 UCL dan yang terakhir pada tahun 2013.


Semasa hidup Jeremy Bentham adalah orang yang sangat bijaksana dengan visi jauh kedepan. Dia sangat percaya pada kebebasan individu dan ekonomi, dan kebebasan berekspresi. Dia berbicara tentang persamaan hak bagi perempuan, hak untuk bercerai, penghapusan perbudakan, hukuman mati, dan hukuman fisik, termasuk hukuman anak-anak. Bentham juga merupakan salah satu pendukung hak asasi manusia paling awal.

Banyak orang yang memperdebatkan mengapa Bentham memilih agar tubuhnya diawetkan dengan cara ini. Namun surat wasiatnya dapat memberikan gambaran mengenai alasan kenapa Jeremi meminta tubuhnya diawetkan.

"Ini keinginan saya dan permintaan khusus yang saya buat, bukan karena kepura-puraan, tetapi pada niat dan dengan keinginan bahwa umat manusia dapat menuai sedikit manfaat dari diri saya, karena sampai saat itu saya hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berkontribusi selama hidup."

Selain pengawetan tubuhnya, Bentham juga memiliki selera humor yang aneh. Sebelum kematiannya, Bentham biasa membawa di dalam sakunya dua mata kaca yang telah dia tempa untuk digunakan di kepala aslinya setelah kematiannya. Setiap kali dia makan malam, dia biasa membawa mereka keluar dan menunjukkan kepada orang-orang hanya untuk nilai kejutan.

Oiya, kepala Jeremy dipisahkan dari badan dan diawetkan, sedangkan kerangkanya di awetkan dan pasangkan kepala buatan dari resin dan dihias lengkap dengan pakaian.


Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

Di Luar Negeri, Barang-barang ini Diberikan Gratis. Mau?

Arah

8

Wow, 3 Pantai Indonesia Kembali Jadi yang Terbaik di Dunia

Okezone

15

22 Lokasi Syuting Film Star Wars di Dunia Nyata

Phinemo

4

Nikmati Keseruan saat Berlibur di Pulau Condong Lampung

Tribunnews

Agar Anak Menghargai Guru, Ajarkan 5 Kebiasaan Baik Ini

Orami

Latest Comments

  • sigitrun

  • 10 months ago

6

9

hemm

  • maulana alrosyid

  • 10 months ago

29

50

Itulah Keinginan orang, kita patut menghargainya bukan menghinanya

Tulis komentar...