Home

Robot Seks dan Risiko Penularan Infeksi Menular Seksual

Klikdokter | 6 months ago

Klikdokter.com, Jakarta Kemajuan teknologi dapat terlihat dengan semakin banyaknya robot yang mengambil alih aktivitas manusia, termasuk adanya robot seks. Robot yang ditujukan untuk menunjang kehidupan seksual manusia ini diciptakan dengan tujuan untuk menurunkan risiko infeksi menular seksual. Namun, apa iya ini adalah tujuan yang realistis untuk dicapai?

Meski disebut-sebut sebagai teknologi mutakhir, robot seks pada akhirnya tetaplah sebuah “mainan”, yang mana proses pembuatannya menggunakan bahan yang sama dengan mainan seks (sex toys) lainnya.  Umumnya, bahan yang digunakan untuk pembuatan mainan seks adalah silikon dan lateks untuk menyerupai kekenyalan dan tekstur kulit manusia itu sendiri.

Baca Juga

Robot seks diciptakan dengan tujuan untuk membantu bidang kesehatan dan sosial. Produk ini pada dasarnya dibuat untuk memberi kesenangan (atau kepuasan) pada orang yang memiliki kesulitan dalam membangun hubungan. Selain itu, robot seks juga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian infeksi menular seksual secara signifikan dan membantu terapi gangguan pedofil.

Terdapat dua penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan tujuan dari penggunaan robot seks. Hasil temuan penelitian menunjukkan terlalu sedikit bukti yang menunjang maupun membantah klaim tersebut.

Robot seks bisa turunkan risiko penularan infeksi menular seksual?

Terkait dengan infeksi menular seksual, robot seks tidak menghentikan penyebaran infeksi menular seksual. Materi apa yang digunakan, bagaimana cara penggunaannya, dan bagaimana cara membersihkan robot seks juga memengaruhi risiko penularan infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual tetap bisa terjadi jika robot seks digunakan oleh banyak orang.

Nyatanya, beberapa sex toys dapat lebih rentan menularkan infeksi menular seksual dibandingkan mainan lainnya. Jika bahan dari mainan seks tersebut berpori (seperti lateks), maka penyebab infeksi dapat sembunyi di dalamnya. Dengan membersihkan secara basic atau seadanya saja mungkin tak cukup. Bahkan, mainan seks yang tidak berpori pun (termasuk yang terbuat dari silikon murni) jika digunakan secara bersama-sama juga dapat menjadi media penularan infeksi menular seksual.

1 dari 2 halaman


Penularan infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual merupakan infeksi yang didapat saat melakukan hubungan seksual. Beberapa infeksi dapat ditularkan melalui kontak non seksual seperti berbagi jarum atau saat hamil, melahirkan, atau menyusui. Jalur yang dapat berisiko mengalami infeksi menular seksual ini apabila seseorang melakukan vaginal, anal, ataupun seks oral.

Infeksi menular seksual terjadi saat kontak dengan cairan tubuh lain yang terinfeksi seperti darah, cairan vagina, atau semen. Infeksi ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan kulit yang terinfeksi atau membran mukosa seperti sariawan di mulut.

Penyebab infeksi menular seksual bisa dari virus, bakteri, dan protozoa. Infeksi ini terdiri dari berbagai penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, sifilis, HIV, herpes genital, hepatitis B, kutil genital, dan trikomoniasis. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang berbeda-beda.

Pada wanita, kondisi ini dapat  berujung pada infertilitas, kehamilan di luar rahim, keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan infeksi pada bayi baru lahir. Sedangkan pada pria dapat menyebabkan infeksi pada saluran kencing, anus, dan prostat.

Cairan vagina dan semen dapat menularkan infeksi menular seksual seperti HIV, klamidia, dan gonore. Sedangkan darah pada mainan seks yang digunakan bersama-sama dapat menyebarkan hepatitis B dan HIV. Hepatitis B merupakan risiko terbesar karena dapat bertahan lebih lama di luar tubuh.

Kebanyakan infeksi menular seksual bersifat asimptomatik, yang berarti tidak menimbulkan gejala. Gejala bisa hilang sendiri tapi penyakit tak akan hilang sampai dilakukan terapi. Kebanyakan infeksi ini dapat disembuhkan jika dilakukan terapi secara optimal, meski ada beberapa infeksi menular seksual yang tidak dapat disembuhkan.

Untuk mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual dari robot seks, penting untuk tidak menggunakannya secara bersama-sama atau bergantian dengan orang lain, serta memperhatikan cara membersihkannya setelah dipakai. Bersihkan dengan sabun dan air dan lakukan perendaman atau gunakan pembersih antivirus atau antibakteri. Supaya lebih aman lagi, (tetap) gunakan pelindung seperti kondom saat memakainya.

Anggapan atau harapan penggunaan robot seks untuk menurunkan risiko penularan infeksi menular seksual tergantung pada cara perlakuan pemiliknya terhadap robot tersebut, sehingga berbagai langkah pencegahan tetap diperlukan.

[RN/ RVS]

Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

Wah! Ini 7 Kebiasaan Ibu Hamil Agar Bisa Melahirkan Bayi Cerdas

Vemale

1

Kocak! Pria Ini Buktikan Bumi itu Nggak Datar dengan Perhitungan Matematika Sederhana. Hasilnya Nggak Nyangka Banget

Keepo.me

5

Ini Dia 5 Uang Koin Langka Indonesia dengan Nominal Terbesar, Ada yang Hampir Rp 1 Juta

Jadiberita

11

11 Kegunaan Instagram yang Nggak Kamu Tau Padahal Penting Banget

Shopback

15

Iron Man di Dunia Nyata Berhasil Ciptakan Rekor Dunia Berkat Jet Pack! Lihat deh Videonya

HaiOnline

Tulis komentar...