Home

Seorang Ibu Lumpuh Total Setelah Melahirkan Anak ke-7: Berapa Kali Wanita Boleh Hamil dan Melahirkan?

Intisari-online | 2 months ago

Intisari-Online.com – Melahirkan merupakan proses yang tidak akan pernah dilupakan oleh seorang wanita.

Sebab, mereka mengatakan bahwa mereka telah menjadi wanita sesungguhnya ketika berhasil mengalaminya.

Hanya saja, melahirkan punya risiko sendiri bagi seorang wanita. Sebab wanita harus berjuang antara hidup dan mati agar mereka bisa membawa anak mereka melihat dunia.

Contohnya adalah kisah di bawah ini.

Dilansir dari grid.id pada Rabu (17/7/2019), ada seorang wanita berusia 42 tahun bernama Norazlina Hasan.

Diketahui, Norazlina Hasan mengalami kelumpuhan setelah melahirkan anak perempuannya empat bulan lalu.

Kelumpuhan itu terjadi akibat mengalami komplikasi saat proses persalinan.

Menurut informasi, Nor Amalia Eliya Ibrahim, nama bayi perempuan yang dilahirkan oleh Norazlina Hasan merupakan anak ketujuhnya.

Artinya dia sudah mengalami tujuh kali proses melahirkan.

Karenanya, Norazlina Hasan hanya bisa terbaring di atas ranjang sambil memberi ASI kepada anak bungsunya.

Terkadang, dia pun menangis karena merasa sulit untuk memberi ASI kepada si bayi.

Walau begitu, di luar kondisi kelumpuhan si ibu, dokter mengatakan baik  Norazlina Hasan dan bayinya sama-sama sehat.

Sebenarnya, berapa kali wanita boleh melahirkan? Adakah batasannya?

Dikutip dari artikel kompas.com pada tahun 2012, wanita hanya bisa hamil dalam jumlah terbatas.

Hal ini karena pada dasarnya, proses kehamilan hanya bisa terjadi jika ada pembuahan dan pembuahan tersebut memerlukan sel telur dan sperma.

 

Diketahui, sel telur ini biasanya akan luruh saat menstruasi yang mulai di masa pubertas (biasanya mulai usia 12 tahun ke atas) dan hal ini akan berlangsung hingga seluruh sel telur habis (masuk pada masa menopause).

Karenanya, berapa kali hamil dan melahirkan akan ditentukan oleh masih ada tidaknya sel telur dari rahim wanita.

Dasarnya, wanita bisa hamil, lalu melahirkan sebanyak mungkin. Selama masih ada sel telur, dan disertai dengan kondisi kesehatan yang memadai.

Masalahnya kondisi setiap wanita berbeda-beda. Sebab, ada risiko yang didapat wanita jika ia hamil dan melahirkan berkali-kali.

Risiko ini tidak hanya untuk sang wanita, melainkan juga si bayi.

Berikut ini 3 risiko kesehatan yang bisa didapat jika hamil dan melahirkan anak yang banyak.

1. Preeklampsia

Preeklampsia terjadi jika aliran darah melalui plasenta terganggu, sehingga bayi bisa kekurangan oksigen dan nutrisi.

Efeknya bisa menghambat pertumbuhan janin secara normal dan bisa mengancam kelangsungan hidup janin sendiri.

Salah satu faktor risikonya adalah kehamilan dan kelahiran yang jaraknya kurang dari 2 tahun.

2. Prolaps uteri

Prolaps uteri atau yang biasa disebut ‘turun peranakan’, adalah sebuah kondisi turunnya rahim ke liang vagina.

Biasanya ada tingkatannya, dari grade 1 sampai dengan 4. Kalau sudah grade 4 maka uterus (rahim) sudah keluar dari liang vagina.

Faktor risikonya adalah karena banyaknya anak, jenis persalinan, besarnya bobot bayi yang dilahirkan dan kelainan kolagen.

3. Plasenta pravia

Plasenta previa adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim.

Plasenta atau ari-ari akan terbentuk dan menempel pada dinding rahim saat seorang wanita hamil.

Faktor ini terjadi ketika Anda hamil dan melahirkan berkali-kali.

Semakin banyak Anda hamil dan melahirkan, semakin sulit pula proses kehamilan menemukan tempat untuk pembuahan.

Sulit membesarkan anak dalam jumlah banyak

Dulu ada pepatah yang mengatakan ‘banyak anak, banyak rezeki’. Ada yang percaya dan ada juga yang tidak.

Namun mari kita realistis, hamil, melahirkan, dan membesarkan anak sekian banyak pada zaman sekarang, butuh dana serta tanggung jawab yang besar.

Sebab, orangtua wajib menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Dari gizi hingga pendidikan.

Terakhir, jika sebuah keluarga mempunyai jumlah anak yang banyak, maka mereka juga butuh pembagian waktu, perhatian, serta biaya yang harus dipersiapkan secara matang.

Lihat Sumber

  • 1

  • 0


Rekomendasi Artikel

8 Menit Bertarung Sengit, Anakonda Ini Melilit Buaya Sepanjang Hampir 2 Meter, Siapa yang Menang?

Intisari-online

15

7 Cara Tahu Pacar Sayang Kamu Apa Adanya

Idntimes

1

Kakek-Nenek Sering Manjakan Cucu, Ini Dampaknya

Orami

5 Gaya Agnez Mo Pakai Bikini, Belahan Dada Jadi Sorotan

Okezone

Menyangka Sakit Keras, Pria Ini Langsung Sembuh Setelah Benda Ini Diambil dari Tengkoraknya

Intisari-online

Top Comment

  • Jakarta_No.2015731

  • 2 months ago

3

0

[face=Ketawa]

  • Mama Muda

  • 2 months ago

[face=Ketawa]

view more >>

Latest Comments

  • ANGGRAENI FAJAR

  • 2 months ago

4

7

usia si ibu 42 tahun memang sudah kategori high risk untuk hamil dan melahirkan

  • Tri Prastowo

  • 2 months ago

39

66

untungnya saya tidak bisa melahirkan......

  • ryan hadi

  • 2 weeks ago

sama pak..

  • Jakarta_No.2896319

  • 2 months ago

36

63

gak ke

  • Kartika

  • 2 months ago

28

49

artikel ibu melahirkan, lumpuh....semoga menjadi pelajaran bermanfaat, dan membuat kita lebih hari2.....

Tulis komentar...