Home

75 Tahun Indonesia Merdeka, 3 Desa Ini Terisolir Jaringan Seluler, Anak Sekolah Tempuh 6 KM Belajar Online

PojokSatu | 2 weeks ago

VIDEO: GANJAR PUAN BISA SEPERTI OBAMA VS HILLARY?

POJOKSATU.id, MADINA— Di usia 75 tahun Indonesia Merdeka, tiga desa di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) ini masih terisolir dari jaringan telepon seluler. Paling miris nasib anak sekolah.


Tiga desa ini meliputi Desa Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman dan Rao-rao Lombang.Ketiga desa ini berada di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Tak tanggung-tanggung, jumlah penduduk 3 desa ini mencapai 750 KK.

Salah seorang warga di Desa Rao-rao Lombang, Saiful (45), mengatakan, anak usia sekolah SMP hingga kuliah harus menempuh jarak 6 km demi bisa belajar online atau daring di masa pandemi ini.

Anak sekolah perempuan harus diantar orangtuanya karena jarak yang harus ditempuh hingga 6 km demi mendapatkan sinyal internet atau 4G.

“Kalau mau sinyal internet yang bagus harus ke Sabarimbahan,” katanya.

Senada Yusuf (56) warga Desa Tambangan Tonga, mengaku repot saat mengantar anak perempuannya yang akan belajar atau kuliah online.

Jarak yang ditempuh hingga 3 km dari rumahnya ke lokasi jaringan internet.

“Anak saya kuliah di Yogyakarta. Tiap hari kuliah online. Paling bikin repot itu kalau malam hari, ada tugas mendadak dari kampus,” jelasnya.

“Jam sepuluh malam, saya harus antar anak saya ke halaman rumah orang untuk mengirimkan tugas kuliah. Kadang harus ke Sabarimbahan supaya lebih mudah mengirim tugas,” katanya.

Yusuf mengaku anak perempuannya kuliah di Universitas Veteran Yogyakarta.

Selain anaknya, masih banyak anak lainnya yang kuliah di berbagai kampus di Indonesia.

Dan mereka kesulitan melaksanakan pembalajaran daring atau online.

Lokasi Sabarimbahan ini merupakan kawasan persawahan yang terbuka dan di lokasi ini jaringan internet atau 4G bisa diakses warga.

Namun warga tiga desa harus melewati kawasan hutan terlebih dahulu jika ingin ke Sabarimbahan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tambangan Tonga, Abdul Somad, mengatakan, pengajuan tertulis pengadaan tower atau stasiun pemancar Telkomsel, sudah diajukan warga tiga desa.

Surat ini sengaja mereka tujukan ke Telkomsel karena perusahaan ini merupakan milik Negara atau BUMN.

“Untuk provider lain tentu kami berharap juga membangun tower di sini,” katanya.

“Tapi karena Telkomsel ini perusahaan milik pemerintah, anggapan kami, akan lebih mudah realisasinya,” katanya.

Tahun 2015 lalu, warga tiga desa juga sudah pernah membuat surat pengajuan tertulis pengadaan tower atau stasiun pemancar. Namun hingga 2021 atau 6 tahun, taka da realisasi sama sekali. (ral/int/pojoksatu)

kisah nyata

mandailing natal

Telkomsel

Lihat Sumber

  • 1

  • 0

Rekomendasi Artikel

Wanita Ini Habiskan Rp6,4 Miliar untuk Perbesar Payudara, Begini Penampilannya Sekarang

IndozoneID

2

Merasa Miskin, Silakan Akses Bansos ke Puskesos

Gatra.com

10

Detik-detik Wanita Keluar dari Toko Langsung Ditikam Pria Tak Dikenal, Darah Berceceran

IndozoneID

61

Miris, Wanita Ini Niat Hati Bantu Teman Malah Dibegal Temannya Sendiri!

Herstory.co.id

54

Sebelas Mobil Mewah Tersangka Asabri Laku Dilelang Rp17,2 M

Gatra.com

5

Latest Comments

  • kim seon ho

  • 2 weeks ago

8

11

hmmm

Tulis komentar...