Home

Di Jepang, Buah-buahan Berbentuk Aneh Harganya Selangit

Viva | 2 years ago

VIVA.co.id – Mengonsumsi buah, memang baik dan bermanfaat untuk tubuh. Maka tak ada salahnya jika dalam satu bulan menyisihkan sedikit uang untuk membeli buah. Tapi untuk buah yang dijual di pasar ini, sepertinya Anda harus menyisihkan uang yang tidak sedikit.

Bayangkan, di pasar ini, sebuah semangka berbentuk aneh, seperti kotak, hati dan piramida dibanderol dengan harga Rp340 juta untuk satu buahnya. Pasar bernama Sembikya ini memang pasar khusus yang menjual buah-buahan. Demikian dilansir dari laman Metro.co.uk.

Namun, pasar di Jepang tersebut paling terkenal dengan buah-buahan berbentuk aneh dan telah menjualnya selama hampir 200 tahun. Tak hanya semangka berbentuk aneh, ada pula semangka sebesar bola ping pong, dan stroberi berbentuk bola tenis yang dijual di sini.

Buah adalah bisnis besar di Jepang, dan para petani menghabiskan waktu bertahun-tahun mengolah buah-buahan berukuran ekstra besar dan berbentuk aneh untuk dijual ke klien dengan harga selangit.

"Sulit mendapatkan bentuk stroberi ini dengan benar. Kadang-kadang bisa berubah seperti bola dunia," kata pemilik salah satu toko buah, Okuda Nichio.

Stroberi masing-masing membutuhkan waktu 45 hari untuk tumbuh di lahan Nichio sendiri. Dia hanya menjual 500 buah stroberi bola tenis per tahun, yang dijual seharga Rp61 juta per buah.

"Butuh waktu 15 tahun untuk mencapai tingkat kesempurnaan ini,” ujarnya.

Jepang adalah rumah bagi beberapa buah termahal di dunia. "Buah diperlakukan berbeda dalam budaya Asia," kata Soyeon Shim dari Fakultas Ekologi Manusia di University of Wisconsin-Madison.

Buah dianggap barang mewah dan memainkan peran ritual yang penting dan rumit dalam praktik pemberian hadiah Jepang yang luas. Salah satu barang paling populer di toko buah saat ini adalah anggur 'Ruby Roman', yang tumbuh sebesar bola pingpong.

Buah anggur tersebut pertama kali dijual pada tahun 2008. Buah ini mengisi celah di pasar sebagai sebuah hadiah mewah, menurut juru bicara Ruby Roman Hirano Keisuke.

"Dalam beberapa hal, ini seperti cokelat mewah. Di Jepang, memberi hadiah itu menunjukkan status dan menghormati orang lain," kata Cecilia Smith Fujishima, dosen Universitas Shirayuri di Tokyo.

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Dalang Isu Pesugihan Restoran Ruben Onsu Muncul dan Minta Maaf

Suara

10 Berita Terpanas: Kasus Threesome di Bali Sampai Mayat Dicor di Musala

36

Identitas Terungkap, Polisi Geledah Rumah Terduga Pembom Medan

Law-Justice

8

Viral Aksi Pengguna Skuter Listrik Rusak Lantai JPO, Netizen: Kampungan!

Okezone

22

Setelah Setiap Hari Lamarannya Selalu Ditolak Selama 14 Tahun, Wanita Ini Akhirnya Menikah

Intisari-online

Tulis komentar...