Home

Susi Pudjiastuti Diminta untuk Berhenti Tenggelamkan Kapal. 5 Alasan Ini Bisa Buat Kamu Makin Cinta Sama Kartini Modern Ini!

Trivia.id | 1 year ago

Menjadi seorang perempuan, khususnya di Indonesia tentu bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Paham patriarkis yang telah tertanam di hampir seluruh masyarakat membuat kaum perempuan kesulitan mendapatkan perlakuan yang setara.

Seorang perempuan umumnya dibesarkan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci baju dan memasak.

Perempuan yang memilih untuk mengejar karier dibandingkan menjadi ibu rumah tangga sering dianggap sebagai perempuan yang sulit diatur, dan oleh karenanya, tidak cocok dijadikan sebagai pasangan hidup.

Namun, semenjak era digitalisasi, pelan tapi pasti, perempuan mulai mendapatkan kesetaraan terkait hak-haknya. Beberapa perempuan juga mulai mencuat ke permukaan sebagai seorang wanita karier yang berhasil. Di Indonesia, paham patriarkis berhasil dipatahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 Indonesia, Susi Pudjiastuti.

Selain menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan perempuan pertama di Indonesia, 5 alasan ini bisa membuat Sahabat Trivia semakin mencintai sosok perempuan berumur 52 tahun ini. Simak yuk, apa saja faktanya!


1. Tak lulus SMA namun bisa menjadi Menteri

Source: Surat Kabar

Seorang perempuan di Indonesia sudah sepatutnya menjaga tata krama dan sopan santun. Namun, hal ini ternyata tidak berlaku oleh Menteri Susi yang sejak SMA merupakan seorang perempuan yang vokal dan berani. Keputusannya untuk golput di tahun 80-an membuat ia dikeluarkan dari SMAN I Yogyakarta. Di era kepempinan Presiden Soeharto, golput adalah tindakan yang dilarang.

2. Seorang wirausahawan sukses

Source: Pikiran Rakyat

Lahir dan besar di keluarga pengepul ikan, membuat Susi memiliki mental sebagai pedagang sekaligus punya empati yang tinggi terhadap nelayan. Mentalnya sebagai pedagang membuat ia berhasil mempunyai perusahaan ikan yang bernama PT ASI Pudjiastuti Marine Product sedangkan empatinya kepada nelayan membuat kebijakannya sebagai Menteri didasarkan kepada kesejahteraan para nelayan.

3. Menjadi salah satu orang pertama yang memberi pertolongan bencana tsunami Aceh 2004

Source: Kata Data

Jiwa empatinya kembali tergugah ketika tsunami melanda bumi Aceh di tahun 2004. Ia dengan segera membeli dua pesawat kecil untuk membantu rakyat Aceh yang menderita sekaligus mendonasikan uang sebesar Rp537 juta. Bencana tsunami Aceh juga menjadi alasan bagi Susi untuk membuat maskapai penerbangan sendiri yang bernama Susi Airlines.

4. Konsisten menjaga kekayaan laut Indonesia

Source: News KKP

Sejak dilantik pada tanggal 26 Oktober 2014, Susi dengan konsisten terus menjaga kekayaan laut Indonesia. Mulai dengan memberikan subsisi sebesar Rp2 Milyar untuk pulau-pulau kecil di Indonesia, hingga meledakkan kapal asing yang mencoba masuk ke perairan Indonesia. Ia bahkan pernah meledakkan 12 kapal dalam kurun waktu dua hari saja.

5. Masuk ke dalam daftar BBC 100 Women 2017

Source: Elshinta

Menjadi seorang perempuan yang inspiratif membuat Menteri Susi Pudjiastuti mendapatkan ganjaran yang setimpal. Di tahun 2017 lalu, Susi Pudjiastuti berhasil masuk dalam daftar BBC 100 Women 2017. Susi menjadi 1 dari 6 Wakil Asean yang masuk dalam daftar ini.

Fakta-fakta di atas adalah sebagian kecil dari pencapaian brilian Susi Pudjiastuti. Sosoknya yang tak kenal kompromi dan tampil apa adanya membuat ia menjadi salah satu petahana yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia.




Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Segera Sah Jadi Suami Cut tari, 5 Pesona Ganteng Richard Kevin!

Suara

Kecanduan Film Porno Jadi Alasan Pelajar di Solo ini Nekat Pamerkan Anunya di Tempat Umum

palingseru.com

5

Inilah Daftar 7 Makanan Berbahaya di Dunia, Siapa Sangka Dua di Antaranya Sering Kita Makan Selama Ini

Intisari-online

3

Disebut Sebagai Pramugari Panas, Berikut Sederet Fakta Tentang Adik Kriss Hatta

Serumpi

9

Keintiman Betrand Peto - Sarwendah Kena Nyinyir, Ruben Onsu Bilang Begini

Suara

10

Tulis komentar...