Home

Mengenal Bahaya Kelainan Irama Jantung Kamar Atas dan Penyebabnya

Tribunnews | 1 year ago

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit Jantung merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Berbicara mengenai penyakit jantung ada beberapa jenisnya, antara lain kelainan irama jantung dan penyakit jantung koroner.

 “Atrial Fibrilasi (AF) merupakan kelainan irama jantung kamar atas (atrium)," kata dr Antono Sutandar, SpJP(K) selaku Wakil Chairman Siloam Heart Institute (SHI) saat temu media di Jakarta, Rabu (30/1/2018).  

Dikatakannya, salah satu gejala AF yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur yakni bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat.

Jika AF itu cepat dapat disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah.

"Jika lambat disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara," katanya.

Pencetus kelainan irama jantung dapat berupa kelainan tiroid; kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah; dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik.

Prevalensi pasien AF semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Baca: Mitos-Mitos Tentang Serangan Jantung

Usia di atas 75-80 tahun dengan prevalensi 10-15%. Baik AF yang terus menerus (Persistent AF) dan/ atau AF yang hilang timbul (Paroxysmal AF) disertai dengan risiko stroke yang meningkat.

Risiko stroke akan meningkat jika penderita ada keluhan gagal jantung, hipertensi, diabetes; berusia lanjut di atas 75 tahun; memiliki sejarah stroke sebelumnya; dan ada penyempitan pembuluh darah otak, jantung, atau kaki.

 “Penyakit Jantung Koroner (PJK) disebabkan oleh penyempitan/ penyumbatan pembuluh darah koroner jantung yang membuat jantung kekurangan oksigen dan nutrisi untuk memompa darah," katanya.

Penyempitan/ penyumbatan ini terjadi karena adanya proses penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang berlangsung secara bertahap.

Penderita penyakit jantung koroner bervariasi umumnya berupa nyeri dada yang dirasakan di daerah bawah tulang dada agak ke sebelah kiri dengan rasa seperti beban berat, ditusuk-tusuk, rasa terbakar yang kadang menjalar ke rahang, lengan kiri, dan ke belakang punggung, serta disertai keringat yang banyak.

Awalnya kateterisasi dilakukan untuk mengetahui keadaan pembuluh otot jantung, ruang jantung, ukuran tekanan dalam jantung, dan pembuluh darah otot jantung dengan menggunakan selang kecil (kateter) dan sinar X di ruang kateterisasi (cath lab).

Selanjutnya, melalui kateter yang sama dapat dilakukan pemasangan stent atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) untuk melebarkan penyempitan pembuluh darah koroner jantung.

Stent memiliki diameter 2-4 milimeter yang elastis untuk disesuaikan dengan bentuk pembuluh darah koroner. Jumlah stent yang dipasang bergantung pada kondisi penyempitan pembuluh darah pasien.

 ”Pada kondisi pasien tertentu, operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) lebih dianjurkan untuk membuat pembuluh darah baru dari aorta (pembuluh nadi besar) melewati pembuluh darah koroner yang menyempit sehingga otot-otot jantung mendapat pasokan darah yang cukup untuk kebutuhan kerja jantung,” jelas dr. Maizul Anwar, SpBTKV selaku chairman SHI.

 SHI beroperasi setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00-19.30 WIB. Dokter–dokter yang tergabung dalam SHI adalah dr. Maizul Anwar, SpBTKV; dr. Heston Napitupulu, dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV; dr. Royman C. P. Simanjuntak, SpBTKV; dr. Antono Sutandar, SpJP; dr. Daniel P. L. Tobing, SpJP; Dr. dr. Dicky Fakhri, SpB, SpBTKV; dr. Elisa Feriyanti Pakpahan, SpJP; dr. Friens August D. P. Sinaga, SpJP; Prof. dr. Ganesja Harimurti, SpJP; dr. Julio Ulaan, SpJP; dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP; dr. Moechtar Hanafy, SpJP; dr. Nathania Marliani Kristanti, SpJP; dr. Reynold Agustinus Manullang, SpJP; beserta tim dokter lain yang berhubungan erat dengan layanan Siloam Heart Institute.

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Dalang Isu Pesugihan Restoran Ruben Onsu Muncul dan Minta Maaf

Suara

10 Berita Terpanas: Kasus Threesome di Bali Sampai Mayat Dicor di Musala

36

Pengakuan Sepupu Ungkap Perilaku RMN Alias Dede Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Tribunnews

Setelah Setiap Hari Lamarannya Selalu Ditolak Selama 14 Tahun, Wanita Ini Akhirnya Menikah

Intisari-online

Awas, Jangan Sebar Foto Potongan Jasad Bom Medan di Medsos, 4 Tahun Penjara dan Denda Rp750 Juta Menanti

Gonews

31

Tulis komentar...