Home

Ini Dia Tahap Perkembangan Otak Manusia, Dari Janin Hingga Lansia!

Sumber | 1 year ago

Otak manusia via news.fiu.edu


Otak manusia via news.fiu.edu

Sumber.com –
Apakah Kawan Sumber tahu bagaimana proses perkembangan otak manusia? Perkembangan otak kita, dilansir dari Reader’s Digest, tidaklah berhenti saat kita masih bayi. Sel-sel otak dan koneksinya akan terus berkembang, setidaknya sampai di titik tertentu di mana kemampuan otak mulai menurun.

Yuk kita intip tahap perkembangan otak berikut ini.

Baca juga: Tahukah Kamu, Ukuran Otak Manusia Telah Membesar 3 Kali Lipat Dalam 3 Juta Tahun Terakhir!

Uterus

Janin via babiesdailynews.com


Janin via babiesdailynews.com

Janin akan sibuk dengan perkembangan otak, guna mempersiapkan diri untuk hidup di luar rahim ibu. Bayi yang baru lahir memiliki 100 miliar neuron. Yang artinya, rata-rata pertumbuhan sel otak saat masa kehamilan adalah sekitar 250.000 sel otak baru per menitnya.

Bayi yang Baru Lahir, Koneksi dan Neuron Mulai Banyak Tercipta

Saat bayi baru lahir, ukuran otak mereka masih 60%, dan akan terus bertumbuh hingga 100% saat usiamu benar-benar matang. Ukuran otak bayi akan membesar 2 kali lipat dalam kurun waktu 3 bulan pertama setelah dilahirkan lho.

Saat lahir, bagian myelin – area otak yang berfungsi mengatur aktivitas dasar manusia seperti bernapas, makan dan mengatur detak jantung, berada di dekat saraf tulang belakang.

Baca juga: Kemampuan Empati Sudah Mulai Berkembang di Saat Anak Berusia 3 Tahun!

Balita, Ukuran Otak Membesar

Anak usia 3 tahun via scrollguru.com


Anak usia 3 tahun via scrollguru.com

Usia 3 tahun, otak akan mencapai ukuran 80% dari segi volume dan sel-sel otak. Otak dari anak usia 3 tahun umumnya sangatlah canggih – dengan 200 persen sinapsis lebih banyak dibandingkan otak orang dewasa. Nah, setelah mencapai poin ini, otak akan menyingirkan sejumlah sinapsis yang tidak digunakan, sehingga otak dapat memfokuskan energi pada koneksi yang memang penting.

Anak-anak, Perkembangan Otak yang Kritis

Tahun-tahun menjelang usia 5 tahun merupakan perkembangan yang penting dan kritis. Otak dari setiap anak akan dibentuk secara langsung oleh lingkungan mereka. Misalnya pengalaman yang negatif dapat meninggalkan luka psikologis pada anak. Lingkungan yang positif juga akan membantu membentuk kepribadian anak yang baik.

Remaja, Sulit Mengambil Keputusan

Remaja via crosswalk.com


Remaja via crosswalk.com

Dari segi berat, otak remaja sama seperti otak orang dewasa – namun otak belum sepenuhnya berkembang. Tubuh kita memproduksi myelin dari belakang otak (bagian ini bertanggung jawab mengatur fungsi dasar manusia) menuju bagian depan otak yang memiliki sirkuit yang lebih kompleks. Proses ini disebut dengan mielinasi.

Dan, area terakhir yang melalui proses ini adalah lobus frontal – area penting untuk menentukan keputusan, pengontrolan impuls dan empati.

Misalnya nih, lobus frontal orang dewasa tahu kapan saatnya berkata “tidak” pada tekanan dari teman dan risiko, tidak demikian pada para remaja.

Baca juga: Remaja Rentan Membuat Keputusan yang Ceroboh, Kenapa?

Usia 20-an, Kemampuan Otak Mulai Menurun

Di pertengan usia 20-an, sayangnya perkembangan otak dari lobus frontalmu sudah selesai melalui proses mielinasi. Otakmu memang akan terus membentuk dan mengeliminasi sinapsis serta sel-sel otak di sepanjang hidupmu. Namun produksi sel-sel dan sinapsis otak akan melambat.

Dan ada satu kelemahan lagi: Gangguan mental seperti schizophrenia atau kecemasan dapat mulai terjadi. Sekitar 60-80% orang yang memiliki gangguan semacam ini didiagnosis saat berusia 18-25 tahun.

Usia 30-40an, Kebiasaan Menentukan

Usia 30-an via huffingtonpost.com


Usia 30-an via huffingtonpost.com

Karena produksi sel otak dan sinapsis melambat, di usia 30-an kita akan memiliki lebih banyak kesulitan untuk belajar. Namun kebiasaan olahraga dan makanmu di usia ini akan menjadi lebih kuat – dan berpengaruh pada otakmu di dekade selanjutnya.

Usia 50-an, Memori Melemah

Kebanyakan orang akan menyadari bahwa otak mereka melemah di usia 50-an, apalagi soal memori jangka pendek.

Usia 60-70an, Peningkatan Risiko Alzheimer’s

Satu dari 10 orang dewasa usia 65 tahun ke atas memiliki penyakit Alzheimer’s. Selain karena genetik dan gaya hidup, risikonya akan menjadi 2 kali lipat setiap 5 tahun sekali, setelah seseorang menginjak usia 65 tahun.

Penyebabnya memang tidak benar-benar jelas diketahui, namun faktanya seiring dengan penuaan, sel-sel otak dan sinapsis kita akan menurun. Jadi, ada sejumlah sinyal yang tidak tersampaikan. Misalnya, Kawan Sumber melihat sebuah objek dan seketika Kawan Sumber lupa apa namanya – hal ini disebabkan karena kita tidak dapat menghubungkan dengan bagian otak tempat kita menyimpan nama-nama objek.

Usia 80-an dan lebih

Hidup di usia 80-an via acefitness.org


Hidup di usia 80-an via acefitness.org

Di usia 85 tahun, risiko terkena Alzheimer’s akan meningkat hingga 85%. Walaupun genetik bisa berpengaruh, para lansia di atas 80 tahun bisa berupaya untuk mempertahankan kinerja otak dengan melakukan aktivitas yang mendorong penggunaan otak, dan bersosialisasi. Olahraga aerobik pun juga berpengaruh lho.

Baca juga: Ini Lho Deretan Fakta Aneh Tentang Bayi yang Baru Lahir. Penasaran?

Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

Kasus Pria yang Perkosa 9 Anak Divonis Hukuman Kebiri Kimia: Mengenal Kebiri Kimia, ‘Hukuman’ bagi Penjahat Seksual

Intisari-online

Susul Paranormal Experience, Konten Ala Detektif Sedang Laku Keras, Inilah Alasannya

boombastis

5

7 Destinasi Instagramable dengan Spot Foto Hits di Ciwidey. Bikin Betah dan Males Pulang!

Hipwee

Viral Bule Ngamuk Lihat Ayam Dijual Dalam Kandang

Tribunnews

1

Hati-hati, 6 Hal Ini Justru Bikin Kamu Terjebak Obsesi, Bukan Cinta

Idntimes

4

Tulis komentar...