Home

Ibu Tegakah Engkau Putrimu Disakiti?

Vebma | 1 year ago

Wahai Ibu,Tegakah Engkau Putrimu Disakiti,,,???

Anak adalah satu satu karunia terbesar yang Allah titipkan pada setiap pasangan yang telah menempuh jalan pernikahan.Disebutkan sebagai karunia Allah karena betapa besarnya kebahagiaan orang tua ketika Allah berikan anak yang diamanahkan dan di didik dengan sebaik-baiknya.

Tidak ada pasangan yang menikah diberi anak kecuali pasti akan merasakan kebahagiaan yang besar.Soerang ibu yang sedang mengandung janin didalam perutnya tidak akan malu ketika berjalan di luar rumah dalam keadaan perut membesar. Bahkan seorang Ibu rela tidak tidur tengah malam demi anaknya mendapatkan ketenangan.Juga seorang Ayah rela banting tulang demi mencukupi kebutuhan anaknya.Subhanallah,begitu sempurnanya titipan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

Ada keutamaan tersendiri ketika orang tua dikaruniai anak perempuan.Islam adalah agama yang sangat memuliakan sosok wanita,karena wanita adalah salah satu “Perhiasan Dunia”.Itulah mengapa wanita harus menutup auratnya secara sempurna ketika keluar dari rumahnya.Karena perhiasan tersebut tidak semua lawan jenis di luar sana bisa melihatnya.Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihatnya,seperti suaminya,anak-anaknya ketika telah menikah,atau orang tuanya saja.

Teringat juga di benak penulis bahwa pada zaman jahiliyah dulu kaum wanita sangat tidak ada harganya.Wanita di perlakukan secara tidak wajar oleh kaum lelaki.Raja-raja seenaknya menikmati tubuh wanita yang bukan mahramnya,wanita diperjual belikan dan dijadikan sebagai budak,bahkan kelahiran anak wanita sangat dibenci oleh kaum lelaki.Hingga kelahiran seorang anak wanita jika diketahui oleh masyarakat pasti aku dibunuh.Yang lebih kejinya adalah bayi wanita yang mungil tersebut dikubur hidup-hidup.

Tetapi,semenjak diutusnya Rasulullah ﷺ untuk menyempurnakan ajaran agama islam,beliau justru meninggikan harkat dan martabat seorang wanita.Wanita dalam islam adalah sosok yang harus dijaga,dilindungi,dijaga kehormatannya.Ini karena wanita lah yang banyak mengambil peran dalam mengurus anak-anaknya kelak.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits tentang janji Allah terhadap orang tua yang mendidik anak perempuannya,lafadz haditsnya yaitu :

“Siapa yang mendidik dua anak perempuan hingga dewasa,maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia,,,” Lantas Rasulullah mendekatkan jari jemarinya.” (HR.Muslim)    

Masya Allah,artinya begitu dekatnya jarak kita dengan Rasulullah ketika berada di negeri akhir kelak apabila orang tua mendidik putrinya dengan benar dan sesuai kaidah Al-Qur’an dan Sunah.

Wanita muslimah selalu identik dengan busana muslimah,tutur kata yang lembut,bahasa yang sopan dan santun,dan selalu menjaga diri dari iktilat (campur baur antara lelaki dan wanita di dalam suatu tempat).Tetapi bagaimana jika seorang wanita yang telah belasan tahun tinggal dengan orang tuanya justru jauh dari karakter muslimah yang baru saja penulis sebutkan?.Wahai sahabatku,apa yang terlintas di benak anda ketika mendapat pertanyaan demikian ?

Lingkungan,adalah faktor utama perusakan moral wanita muslimah

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Seseorang itu tergantung pada agama dan lingkungan temannya.Oleh karena itu,salah satu diantara kalian hendaklah memperhatikan siapa yang menjadi temannya”. (HR.Abu Daud)

Benar sekali,,lingkungan adalah faktor terkuat yang dapat membuat seorang wanita muslimah berubah drastis apalagi dalam hal perubahan karakter.Kalau kita liat fakta lapangan,kebanyakan wanita lebih mudah terpengaruh oleh buruknya lingkungan daripada lelaki.

Wanita adalah sosok yang didominasi oleh perasaan.Pada saat dia melihat teman-teman wanitanya beramai-ramai melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak baik,maka dia akan menghindar dari melihat perbuatan tersebut.Karena khawatir terjerumus dengan teman-temannya.Kemudian hari-hari selanjutnya semakin penasaran dan ingin tau dengan apa yang dilakukan oleh teman-temannya.Hingga berjalan waktu karena sudah terpengaruh,akhirnya dia ikut juga terjerumus dengan perilaku teman-temannya yang kurang baik.

Seperti misalnya saja,seorang wanita yang sudah terbiasa bertahan di dalam rumah,ketika dia melihat teman-temannya sangat hobi keluar rumah,hobi jalan-jalan tanpa tujuan yang mulia,si wanita tersebut awalnya tidak terpengaruh dengan perilaku temannya.Hari kemudian dia semakin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh temannya pada saat di luar rumah,misalnya saja menghabiskan uang untuk belanja di mall yang bagus.Berjalan waktu,karena si wanita tersebut ketagihan dengan situasi di luar rumah,akhirnya dia mulai terpengaruh dan mulai lalai karena kebiasaan awalnya yang sudah betah di dalam rumah hilang begitu saja akibat pengaruh dunia luar.

Inilah sosok yang didominasi oleh perasaan.Dia merasa terkucilkan ketika tidak ikut bersama dengan teman-temannya.Ditambah lagi bisikan-bisikan syaithan yang tidak bisa dilawan oleh hati yang lemah.Tetapi justru kebanyakan wanita terjerumus karena perasaan yang tidak terkontrol menyatu dengan lingkungan yang kurang baik.

Wanita Muslimah yang Hobi Keluar Rumah,Justru Mendatangkan Fitnah Yang Banyak

Sebenarnya tidak ada larangan untuk keluar rumah jika mempunyai alasan yang baik.Seperti misalnya seorang lelaki yang pergi keluar rumah untuk bekerja mencari rezeki demi kepentingan pribadi,orang tua,maupun pasangan hidupnya apabila telah menikah.Ini jstru keluar rumah yang sangat dianjurkan,karena lelaki memang dipersiapkan untuk menikmati dunia luar demi mencari uang yang halal dan berkah dengan bekerja.

Misalnya saja kita merasa jenuh dengan aktivitas didalam rumah,atau merasa suntuk setelah satu pekan beraktivitas di dalam kampus mengerjakan setumpuk tugas dari para dosen yang mengajar,maka opsi yang tepat untuk menghilangkan kejenuhan tersebut adalah dengan pergi keluar rumah dan jalan-jalan untuk menikmati keindahan Alam yang telah Allah ciptakan untuk manusia.Ini adalah hal yang positif saja,karena manusia mempunyai sifat jenuh dan harus ada obat untuk mengatasi kejenuhan tersebut,salah satunya dengan jalan-jalan.

Tetapi dalam islam,ada anjuran untuk kaum wanita untuk lebih betah bertahan didalam rumahnya.Artinya,kalaupun memang mendesak harus keluar rumah,maka keluar hanya untuk kegiatan atau sesuatu yang positif saja.Islam menganjurkan kepada kaum wanita untuk lebih menikmati hidup dengan betah bertahan dirumah.Seperti dalam sabda Rasulullah ﷺ :

“Wanita itu adalah aurat,jika ia keluar dari rumahnya maka setan akan mengikutinya.Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allah (ketika shalat) melainkan ia di dalam rumahnya”. (HR.Thabrani)

Dalam islam,wanita adalah aurat.Aurat adalah sesuatu yang harus ditutupi agar tidak sembarangan orang bisa melihatnya.Inilah sebabnya mengapa wanita dianjurkan untuk betah didalam rumahnya.Karena rumah adalah sebaik-baik tempat untuk menjaga diri dari pandangan manusia khususnya lawan jenis.

Bayangkan saja ketika seorang wanita keluar dari rumahnya tanpa alasan yang syar’i.Berapa banyak pasang mata yang melihat lentik bulu matanya,indah wajahnya,lembut perkataan lisannya,yang semua itu dapat melalaikan para lelaki yang sedang melihatnya.Berapa banyak dosa yang harus dipanen seorang wanita akibat dirinya keluar rumah tanpa alasan yang syar’i.Kenikmatan yang seharusnya dinikmati oleh suaminya yang sah nantinya ketika sudah menikah kini menjadi ladang dosa oleh orang-orang yang bukan mahramnya.

Mungkin ini adalah hal yang sepele,tapi islam sangat sempurna dalam mengatur pola hidup seorang wanita.Karena wanita adalah perhiasan yang betul-betul harus dijaga,dan tidak semua lelaki bisa menikmati perhiasan tersebut.

Selfie mu justru menjadi fitnah bagi lawan jenismu

Selfie adalah salah satu aktivitas yang digemari oleh wanita muslimah masa kini.Setelah selfie beberapa kali,mereka pun mulai mencari foto yang paling terbaik diantara foto yang diambil untuk di pajang atau di pamerkan pada akun sosial medianya.Ini sebenarnya justru kegiatan yang berpotensi bagi kaum lelaki untuk melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama islam.

Berapa banyak lelaki yang bisa dengan leluasa menikmati foto yang bukan mahramnya yang setiap saat bisa dia lihat tanpa sepengetahuan si pemilik akun sosial media tersebut.Dengan foto itu,kaum lelaki yang awalnya bisa menjaga pandangan matanya dari yang bukan mahram kini mulai membayangkan hal-hal yang tidak wajar,membuat imannya justru semakin lemah.Wajar saja,lelaki didominasi oleh akal.Pada saat dia melihat sesuatu yang menyenangkan matanya,dia akan lupa terhadap sesuatu yang lain yang lebih postifi untuk dia kerjakan.

Apapun ceritanya,tetap saja wanita lah yang jadi korban.Karena ini justru membuat pintu yang lebar kepada lelaki untuk melakukan sesuatu yang wajar terhadap dirinya sendiri.Mungkin dengan mendatangi dukun dengan membawa media foto si wanita tersebut,agar si wanita menjadi suka dengan lelaki yang telah mengambil fotonya.Bahkan perzinaan juga bisa terjadi dengan beredarnya foto wanita yang ada dimedia sosial.Na’udzu Billah.

Belum lagi si wanita harus menanggung dosa yang berlapis-lapis karena dia dengan sengaja memamerkan wajah cantiknya di hadapan publik yang justru menjadi daya tarik kepada lawan jenis yang melihatnya untuk melakukan berbagai macam perbuatan terlarang.Pantas sajalah Rasulullah ﷺ mengatakan wanita adalah “fitnah” terhadap publik terkhusus pada lawan jenis yang bukan mahram.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Aku tidak meninggalkan satupun fitnah sepeninggalku yang lebih membahayakan kaum lelaki kecuali wanita”. (HR.Muslim)

Hadits ini sudah cukup untuk engkau wahai saudariku untuk lebih menjaga diri dengan sebaik-baiknya.Karena kita tidak tau siapa saja di luar sana yang ingin berbuat jahat kepada diri anda sebagai wanita.

Wahai ibu,tegakah engkau putrimu disakiti?

Kembali kepada tema,Apakah seorang ibu bisa terima ketika putrinya disakiti oleh orang lain,atau apakah seorang ibu bisa bahagia ketika anaknya harus menanggung siksa api neraka di akhirat kelak karena harus menebus dosa-dosa yang pernah ia perbuat ketika hidup di dunia?.Penulis yakin semua orang tua khususnya seorang ibu tidak bisa bahagia ketika hal buruk tersebut itu terjadi.

Mengapa penulis menyebutkan kata “disakiti” ?.Bayangkan saja wahai sahabat pembaca,ketika seorang wanita keluar rumah tanpa alasan yang jelas dan keluar dengan dandanannya yang menggoda,berapa banyak lelaki yang ingin berdekatan dengan dirinya dan ingin melakukan seuatu di luar kaidah syar’i.Wanitalah yang jadi sasaran.Pada saat seorang lelaki tidak bisa mengontrol syahwatnya,bukankah perzinaan akan terjadi,bukankah kasus pemerkosaan kerap terjadi begitu saja ?.Ketika semua itu terjadi,lelaki hanya bisa meminta maaf dan pergi begitu saja meninggalkan keadaan,seolah tidak terjadi apa-apa.

Begitu juga dengan dengan foto wanita yang bertebaran di sosial media.Semua orang bebas mau mengoleksi fotonya.Semua orang dengan mudah melakukan praktek perdukunan menggunakan media foto wanita yang ia sukai yang didapatkan melalui akun media sosial si wanita.Wanita lah yang sungguh dirugikan dalam hal ini.Wanita akan menjadi korban atas apa yang ia perbuat sendiri.

Wahai ibu,jagalah putrimu dengan sebaik-baiknya.Ajarkan pada putri yang engkau didik dengan ilmu syar’i yang sesuai dengan ajaran agama islam.Bantu ia untuk lebih berhati-hati menikmati hidup di dunia yang fana’ ini, di dunia yang saat ini kejahatan semakin merajalela.Semoga sahabat pembaca selalu dalam lindungan Allah Azza Wa Jalla.

Allahu A’lam.

 

 

 

 

 

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Viral Penampakan Bayi Setan Terekam Kamera, Awas Terbawa Mimpi!

Okezone

50

10 Berita Terpanas: Teror Bom Medan Sampai Isu Ahok Jadi Bos BUMN

29

Karena Pilu Wanita Jelek Julia Pastrana, Selama Hidup Dijadikan Mesin Uang, Saat Mati Mayatnya pun Dijadikan Pajangan oleh Suaminya

Intisari-online

Ganas! Itunya ‘Disedot’ Bencong, Pria Ini Kejang-kejang dan Tewas

PojokSatu

1

Nikita Mirzani Lepas BH, Billy Syahputra: Gue Enggak Nafsu!

Okezone

2

Tulis komentar...