Home

Ini Kota dengan Pelecehan Seks Tertinggi Dunia, Jakarta Masuk 10 Besar

Akurat.co | 1 year ago

AKURAT.CO, Bogota, Kolombia, disebut sebagai kota terburuk untuk dihuni perempuan dan perempuan muda dalam hal pelecehan seksual, laporan dari sebuah kelompok kemanusiaan yang dilansir melalui Aljazeera.com.

Menurut laporan dari Plan International yang berjudul "Keselamatan Perempuan Kota-Kota di Seluruh Dunia", yang menyurvei hampir 400 ahli di 22 kota di enam benua untuk memeriksa risiko keamanan yang dihadapi perempuan muda dalam skala besar.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa Lima merupakan kota paling berbahaya bagi para perempuan muda untuk bepergian sendirian, baik di siang maupun malam hari. Sementara Johannesburg, Afrika Selatan merupakan kawasan paling rawan pencurian, perampokan, dan penyerangan seksual atau pemerkosaan.

baca juga:

Kota dengan pelecehan seks tertinggi dunia. Plan International


Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Stockholm, Swedia, menjadi kota paling aman bagi perempuan untuk keluar rumah dan menggunakan kendaraan umum karena angka pelecehan yang kecil.

Jajak pendapat ini merupakan upaya untuk menyoroti universalitas bahaya yang dihadapi para perempuan muda di kota-kota dan ruang publik di berbagai masyarakat dan budaya yang berbeda.

Dalam laporan itu, pelecehan seksual digambarkan sebagai perbuatan menggoda, menguntit, menyentuh, dan berkedip serta menatap. Perilaku ini kerap ditemukan menjadi risiko keselamatan nomor satu yang dihadapi anak perempuan dan perempuan muda yang kerap terjadi di ruang publik di kota masing-masing.

Lebih jauh, 60 persen ahli mengatakan bahwa pelecehan seksual di kota tersebut tidak pernah atau hampir tidak pernah dilaporkan kepada pihak berwenang.

Seperti dilansir dari aljazeera.com, untuk menanggulanginya, beberapa ahli menjawab bahwa Bogota dan kota-kota lain bisa lebih aman ketika ada perubahan dalam norma-norma gender.

"Sangat penting untuk mengubah norma-norma gender, terutama yang membuat pria percaya bahwa mereka berhak memiliki ruang publik dan tubuh perempuan. Ini akan membantu perempuan merasa lebih aman."

Hal ini sama dengan apa yang diungkapkan oleh seorang ahli di Jakarta, "Tentu saja harus ada perubahan perilaku masyarakat dalam memandang hak perempuan dan anak perempuan secara umum." Jakarta sendiri dalam penelitian masuk 10 besar kota yang "tak ramah" bagi perempuan.

Kota dengan pelecehan seks tertinggi dunia. Plan International


Responden lain mengungkapkan sejumlah solusi lain, seperti menanggulangi norma-norma gender yang berbahaya dengan memberikan pelatihan gender dan peningkatan kesadaran kepada anak laki-laki dan laki-laki.

Sedangkan ahli lain memberikan solusi dari sudut pandang infrastruktur kota, seperti pencahayaan yang tepat di malam hari dan larangan minum di depan umum. Sementara yang lain menyebut perlunya lebih banyak kemauan politik untuk mengubah status quo dan untuk meningkatkan penegakan hukum.

Menurut seorang ahli di Toronto, dibuthkan lebih banyak anak perempuan dan perempuan muda di pemerintahan yang dipercaya untuk merencanakan keselamatan ini. "Pemerintah dan penegak hukum harus memiliki undang-undang yang melindungi dan menjamin keselamatan perempuan dan anak perempuan."[]

Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

Asyik Banget! 5 Keseruan Ini Hanya Bisa Kamu Temukan di Konser KPop

Idntimes

2

Suami Digugat Cerai dengan Alasan “Terlalu Baik”. Apa Iya Hubungan Memang Butuh Konflik?

Hipwee

Awalanya Hanya Main-main, Dua Sejoli Ini Berakhir di Pelaminan

boombastis

74

Beli Vas Murah Rp 17 Ribu, Pria Ini Akan Lelang Lagi Seharga Rp 1,3 Miliar, Sosok Pemilik Sebelumnya Tak Disangka

Intisari-online

34

Penulis Asma Nadia Enam Kali ke Korea, Turis Indonesia Dimanja

Tempo

Tulis komentar...