Home

Berstatus Siaga, Radius Berbahaya Anak Krakatau Diperluas Lima Kilometer

Era | 9 months ago



Jakarta, era.id - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, status Gunung Anak Krakatau telah dinaikkan menjadi "Siaga" atau "Level III" dengan lingkar berbahaya diperluas menjadi lima kilometer.

"Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius lima kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau," katanya melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Kamis (27/12/2018).

Sutopo mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus meningkat. Pada Kamis(27/12) pukul 06.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) menaikan statusnya dari "Waspada" atau "Level II" menjadi "Siaga".

Menurut pengamatan, selama Kamis ,pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, letusan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Tremor masih terjadi dengan amplitudo delapan milimeter hingga 32 milimeter dan dominan pada 25 milimeter. Selain itu, juga terdengar dentuman suara letusan.


Baca Juga : Waspadai Peningkatan Aktivitas Anak Krakatau, Folks!

"Karena itu, PVMBG melarang masyarakat dan wisatawan berkegiatan pada lingkar lima kilometer dari puncak. Di dalam lingkar tersebut tidak ada permukiman," ujarnya.
 

PVMBG menaikkan Status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), dengan zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah. pic.twitter.com/cvGpuxtpno

— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) December 27, 2018

Lihat Sumber

  • 0

  • 0


Rekomendasi Artikel

Tak Sedikit pun Takut, Warga di Desa Ini Biasa Duduk di Atas Punggung Buaya, Bahkan Kami Berenang Bersama Mereka

Intisari-online

34

Kasus 1 Warga dan 19 Kerbau yang Tersambar Petir Bersamaan, Ternyata Petir Paling Ganas di Dunia Ada di Indonesia, Ini Lokasinya

Intisari-online

6

Fakta Dibalik Video Bocah yang Dikira Meninggal Karena Kelaparan Padahal Tidur Pulas, Terbiasa Memulung dan Kabur dari Rumah

Intisari-online

Masuk Taman Safari dengan Mobil dan Bertemu Badak yang Sedang Mengamuk, Maka Beginilah Jadinya

Intisari-online

6

Kisah Suku Para Pemburu Kepala Manusia di Kalimantan, Beginilah Alasan Mereka Memburu Kepala Manusia

Intisari-online

27

Tulis komentar...