Home

Sembelih Anak Anjing hingga Tradisi Seks, 5 Fakta Kelam Lupercalia, Hari Valentine Asli di Zaman Romawi

Akurat.co | 1 week ago

AKURAT.CO, Tanggal 14 Februari setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Valentine. Hari yang identik dengan kasih sayang ini dipercaya bermula dari kisah pengorbanan Santo Valentine yang dieksekusi Kaisar Romawi Claudius II karena menikahkan para prajurit. Namun, asal-mula Hari Valentine masih jadi perdebatan lantaran sebagian sejarawan meyakini kisah Santo Valentine berlangsung pada bulan Mei.

Beberapa sejarawan pun memperkirakan tradisi Hari Valentine berasal dari perayaan Lupercalia di zaman Romawi kuno untuk mengusir roh jahat, menyucikan kota, meningkatkan kesuburan. Namun, berbeda dari Hari Valentine saat ini yang penuh kasih sayang, Lupercalia justru dirayakan dengan cara yang kelam, seperti menyembelih anak anjing, berkeliaran tanpa busana di jalan, hingga mencambuk wanita.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta kelam Lupercalia.

1. Menyembelih anak anjing

Barking Royalty

Perayaan ini dimulai dengan ritual menyembelih 2 kambing dan seekor anak anjing di dalam gua. Anjing yang dikorbankan pun tak boleh yang sudah dewasa, tetapi harus masih anak-anak. Mirisnya, menurut Plutarkhos, sejarawan Romawi berkebangsaan Yunani, bangsa Romawi sendiri tak mengerti makna penyembelihan anak anjing itu. Mereka hanya mengikuti tradisi yang diperkirakan Plutarkhos berasal dari tradisi Yunani.

2. Ritual penyucian pemuda

 Listverse

Setelah penyembelihan kambing dan anjing, 2 pemuda bangsawan dibawa ke gua tempat ritual itu berlangsung. Para pendeta akan menyentuhkan pisau berlumuran darah tersebut ke kepala pemuda. Kemudian, para pendeta mencelupkan wol ke dalam susu dan mengusapnya ke kepala pemuda. Dengan kepala berlumuran susu dan darah, pemuda itu diperintahkan tertawa terbahak-bahak.

Bangsa Romawi percaya ritual ini merupaka ritual penyucian. Para pendeta pun membuat tali cambuk dari kulit kambing yang disembelih itu, menelanjangi para pemuda yang sudah disucikan, dan memulai ritual selanjutnya.

3. Mencambuk wanita

Wikinut

Dalam ritual selanjutnya, para pemuda akan turun ke jalan tanpa busana dengan membawa cambuk kulit. Sebelumnya, mereka melumuri tubuhnya dengan minyak. Begitu berkeliaran di jalan, mereka berlarian mencambuk orang-orang di jalan, terutama wanita. Mereka percaya para wanita yang terkena cambuk akan jadi lebih subur. Cambuk ini dinamakan 'februare' yang kemudian jadi nama bulan Februari.

4. Undian kencan buta

Ancient Origins

Selain dicambuk, ritual kesuburan juga dilakukan dengan tradisi semacam kencan buta. Para wanita yang ingin hamil akan menuliskan nama mereka dalam pecahan tanah liat lalu meletakkannya dalam semacam wadah. Kemudian, para pria akan mengambilnya secara acak. Pria dan wanita yang sama-sama asing itu pun akan berpasangan dan menghabiskan malam bersama. Sang pria bertugas mewujudkan impian sang wanita yang ingin punya bayi. Sebagian hanya memadu kasih selama perayaan. Namun, ada juga yang berpasangan hingga tahun berikutnya.

5. Dikecam Paus Gelasius I

Vatican News

Lupercalia terakhir kali diadakan pada akhir abad ke-5. Saat itu, meski Kekristenan telah mengambil alih Roma, Lupercalia masih dirayakan. Namun, Paus Gelasisus mengecamnya sebagai ritual pagan bersimbah darah yang mengagungkan seks.

Sejak saat itu, Lupercalia mulai ditinggalkan dan digantikan dengan Perayaan Penyucian Santa Perawan Maria. Lambat-laun perayaan itu diperingati sebagai Hari Valentine.


Setelah lebih dari 1.500 tahun berlalu, tradisi Lupercalia berubah. Alih-alih memasukkan nama dalam wadah undian, para wanita mendapat kartu. Alih-alih mencambuk wanita, para pria memberi mereka bunga. Perubahan tradisi inilah yang digunakan untuk merayakan Hari Valentine di masa sekarang ini. []

Lihat Sumber

  • 8

  • 0

Rekomendasi Artikel

Paus Fransiskus Jatuh Sakit, Sehari Setelah Dukung Penderita COVID-19

Okezone

3

Ruben Onsu Temukan Betrand Peto Menangis di Kamar Mandi, Gegara Dimarahi karena Buat Thalia Nangis?

Tribunnews

4

Keturunan Arab, 10 Artis Indonesia Ini Pesonanya Gak Ketolong

Idntimes

8

Nikahi Kakek 73 Tahun, Wanita Ini Merasa Sangat Menyesal Setelah Beberapa Bulan Menikah dan Memilih Bercerai karena Merasa Janggal

Intisari-online

2

Jagat dunia hiburan Tanah Air kembali berduka dengan meninggalnya selebgram Mylisa Sanny. Kendati demikian, Ivan Gunawan turut merasa bersedih untuk menyampaikan ungkapan dukanya.

Wow Keren

6

Tulis komentar...