Home

Jarang Diketahui, 5 Tanda Pertemanan yang Gak Sehat untuk Anak

IDN Times | 2 months ago

Pertemanan menjadi hal yang cukup krusial untuk hadir dalam kehidupan anak. Perlu diketahui, gak semua pertemanan anak bisa berjalan dengan sehat. Anak biasanya gak paham cara membedakannya, itulah mengapa peran orangtua dibutuhkan untuk hal ini.

"Anak-anak kecil mungkin gak mengerti seperti apa persahabatan yang sehat itu atau bahkan menyadari bahwa persahabatan itu gak sehat," tutur Michelle Risser, seorang terapis mental health, dikutip dari Very Well Family.

Orangtua wajib menyadari dan mencari tahu apakah anak sudah ada dalam pertemanan yang sehat atau belum. Jangan sampai anak terjebak di toxic friendship. Kenali tanda-tanda pertemanan yang gak sehat untuk anak di bawah ini!

1. Mereka sering iri dan cemburu pada apa yang dimiliki oleh anakmu

Rasa cemburu dan iri yang berlebihan terhadap teman, menjadi salah satu tanda bahwa pertemanan memang gak sehat. Bagi anak-anak, biasanya rasa iri dan cemburu disebabkan karena temannya memiliki mainan baru atau bermain dengan teman lainnya.

"Ketika teman iri dengan kesuksesan, penampilan, harta benda, atau teman lain orang lain, ini bisa menjadi tanda persahabatan yang gak sehat," jelas Michelle Risser.

Rasa cemburu dan iri ini lama-lama akan menimbulkan kebencian. Sebaiknya, hindari anak untuk berteman dengan kawannya yang seperti itu. Karena nantinya, anak hanya akan dianggap sebagai saingan mereka.

2. Kawannya sering berbicara buruk tentang orangtuanya

Gak sedikit dari anak-anak yang sering mengeluh tentang orangtuanya. Alasannya bisa bermacam-macam, umumnya dikarenakan orangtua gak bisa memenuhi apa yang anaknya inginkan.

Mengutip dari All Pro Dad, Timothy Diehl, seorang pastor dan guru, menyebutkan bahwa berhati-hatilah jika anak berteman dengan kawan yang terus-menerus membicarakan orangtuanya, bahkan terkesan merendahkan. Itu tandanya mereka memang gak memiliki rasa hormat dan segan kepada orangtuanya.

Bukan hal yang gak mungkin jika mereka nantinya akan mendorong anakmu untuk gak menghormatimu sebagai orangtuanya. Oleh sebab itu, batasi pertemanan anak dengan kawannya yang sering berbicara buruk tentang orangtuanya sendiri.

3. Mereka terlalu mengontrol anakmu

Tanda berikutnya adalah jika anakmu berteman dengan kawan yang terlalu mengontrol hidupnya, maka bisa jadi pertemanannya memang gak sehat. Banyak pertemanan yang menyebabkan anak menjadi lebih pendiam dan enggan menunjukkan bakatnya.

"Perubahan harga diri atau kepercayaan diri anak Anda bisa menjadi tanda peringatan dini dari sesuatu yang terjadi dalam persahabatan dan lingkaran sosial anak Anda," ujar Michelle Risser.

Biasanya, hal tersebut disebabkan karena mereka merasa iri dan tersaingi dengan apa yang dimiliki oleh anakmu. Risser menambahkan, sebaiknya doronglah anak untuk berteman dengan orang-orang yang suportif dan mendukung dalam hal-hal baik.

4. Mereka sering mengolok-olok anak-anak lain atau bahkan anakmu sendiri

Kamu juga perlu memperhatikan sikap atau perilaku dari teman-teman anakmu. Banyak anak kecil yang sering berbicara buruk tentang orang lain, misalnya mengolok-olok cara orang lain berpakaian. Dalam kasus yang lebih parah, bisa saja mereka akhirnya mengolok-olok anakmu.

"Jika teman terus-menerus mengolok-olok, bergosip, atau merendahkan anak Anda (bahkan bercanda), perhatikanlah sikap mereka. Apakah mereka pernah meminta maaf? Jika gak, itu bisa jadi indikasi bahwa persahabatan ini gak saling menguntungkan," tutur Nikki Smith, seorang school counselor bersertifikat, dikutip dari Very Well Family.

Sebaiknya, segera jauhkan anak dari temannya yang sering mengejek dan gak meminta maaf. Karena nantinya, itu akan mengarahkan anak ke toxic friendship.

5. Anak terobsesi menyenangkan temannya

Tanda terakhir yang bisa kamu lihat adalah cara anak memperlakukan temannya. Dilansir Psychology Today, Pamela Cytrynbaum, seorang investigative journalist and educator, menyebutkan jika anak terobsesi menyenangkan temannya, maka kemungkinan temannya memang memiliki otoritas yang terlalu kuat.

Hal tersebut pun biasanya menyebabkan anak gak mempunyai kekuatan dalam pertemanannya. Karena itu, anak terus berusaha membahagiakan temannya, bahkan terkesan gak memikirkan dirinya sendiri.

Itulah beberapa tanda pertemanan yang gak sehat untuk anak. Sebagai orangtua, sebaiknya wajib mengetahui dan memahaminya supaya anak gak terjerumus ke pertemanan yang toxic dan merugikan dirinya sendiri.

Lihat Sumber

  • 2

  • 0

Rekomendasi Artikel

Habib Rizieq Sampaikan Pesan untuk Umat Islam saat Reuni 212, Isinya Bikin Taubat: Kita Umat Muslim Dilarang..

Harian Haluan

Presiden IESF Umumkan 2022 WE Championships 14th Bali Siap Pecahkan Rekor Dunia

Duniagames

5 Zodiak Ini Cenderung Suka Konsep Intimate Wedding, Sakral dan Haru!

IDN Times

Kostum Member BLACKPINK saat Manggung di Born Pink World Tour 2022

Popbela.com

5 Tips Memancing Rasa Ingin Tahu pada Anak, Mampu Berpikir Kritis!

IDN Times

Top Comment

  • Jakarta_No.6335238

  • 2 months ago

359

0

ftt¢atas da as ssrddf Drs xvv. vv. yyyyyyyy yyyyyyyyayyyyy y. yyyyyyyyyyyy. y. yyy yang ssa wa gl

Tulis komentar...