Home

Cerita Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan Besar dari Bos Pertamina dan PLN

Kompas.com | 2 months ago

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapat tagihan besar dari BUMN energi, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Khususnya dari Pertamina, Kemenkeu mendapatkan tagihan yang besar. Hal ini seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia di atas harga minyak mentah Indonesia (ICP) sehingga harus dilakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

"Tahun ini kita menaikkan lebih dari tiga kali lipat subsidi dan kompensasi BBM pada saat harga BBM naik di atas 100 dollar AS. Sekarang ada double ICP-nya di atas 100 dollar. Kursnya juga relatif di atas asumsi APBN yang Rp 14.750," papar Menkeu dalam agenda Kompas100 CEO Forum, Jumat (2/12/2022).

"Inilah yang menyebabkan kenapa tagihan ini, Pak Darmo (Dirut PLN) ada di sini (Istana Negara), Bu Nike (Dirut Pertamina) enggak ada ya di sini ya, dua orang ini yang nagih ke saya banyak banget sampai di atas Rp 500 triliun," lanjut dia.

Sri Mulyani bilang, tagihan tersebut tetap harus dibayarkan dengan tujuan untuk menjaga stabilitas dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tetap berjalan serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Itu untuk menjaga dua BUMN (Pertamina dan PLN) tetap jalan, masyarakat tetap terjaga daya belinya karena shock yang terjadi dari luar tidak terus ke masyarakat," jelas dia.

Mengenai harga minyak mentah dunia pada tahun depan (2023), dirinya masih memantau perkembangan situasi global. Seperti adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang kini belum berakhir.

"Harga ICP ini tahun depan masih akan kita lihat. Dinamikanya luar biasa sekali. Ada pertemuan OPEC, kemungkinan terjadi perangnya (Rusia dan Ukraina) akan terus atau tidak, kemudian sekarang manuver dari G7 untuk melakukan price cap terhadap oil. Ini semuanya akan mempengaruhi asumsi harga minyak kita tahun depan, yang nanti akan menentukan berapa besar ICP itu mempengaruhi harga listrik dan harga BBM kita," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana di Bank Dunia ini juga bilang, pada tahun depan, pemerintah tetap konsisten terhadap peralihan menuju energi yang ramah lingkungan. Kendati ada ketidakpastian global yang bakal mempengaruhi.

"Di saat yang sama, kita tetap mem-persue atau meneruskan policy mengenai transisi energi menuju energi hijau. Jadi dalam kondisi guncangan kita juga tidak kehilangan visi jangka menengah panjang kita untuk menjadi negara yang akan makin komit terhadap pertumbuhan ekonomi tapi makin hijau," ucap Menkeu Sri Mulyani.

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Kenapa Pusing Setelah Makan Durian? Ini Penyebabnya

IDN Times

Bank Lambat Transmisikan Suku Bunga Acuan, Ekonom: Pertumbuhan Kredit Masih Belum Pulih

Kompas.com

1

7 Fakta Kehidupan Seks Aquarius di Atas Ranjang

POPMAMA.COM

Sejarah Jakarta, Melihat Jejak Tradisi Minum Teh Warga Tionghoa di Pantjoran Tea House

TribunTangerang

Diperluas 6 Februari, Beli Solar di SPBU Pertamina Wajib QR Code Subsidi Tepat MyPertamina

BangkaPos

Tulis komentar...