Home

Dosen UB Sebut 3 Hal Ini Jadi Kunci Milik Bangunan Tahan Gempa Bumi

Kompas.com | 2 months ago

KOMPAS.com - Berada di wilayah lingkar gunung api serta dilingkupi berbagai patahan, membuat Indonesia rentan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi, yang banyak menelan korban, baik material, korban luka hingga meninggal dunia.

Kesiapan mitigasi terhadap gempa bumi harus diawali sedini mungkin, salah satunya dari persiapan bangunan tahan gempa.

Menurut Dosen Universitas Brawijaya (UB) Teknik Sipil Ari Wibowo, bangunan tahan gempa bukanlah bangunan yang tidak rusak ketika terkena gempa.

"Bangunan tahan gempa adalah bangunan yang bisa rusak saat gempa, tapi tidak boleh runtuh. Bangunan yang rusak dengan cara yang diinginkan sehingga dapat tetap berdiri meski tergena gempa, itu adalah konsep bangunan tahan gempa," ucap dia dalam keterangannya di laman UB, Jumat (2/12/2022).

Konsep bangunan ini, sebut Ari, sesuai panduan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ada tiga level.

Yakni, ketika terkena gempa kecil, bangunan tidak rusak. Ketika bangunan terkena gempa sedang, bangunan ini bisa rusak di struktur sekunder seperti dinding dan pelat, tapi struktur utama tidak boleh rusak.

"Dan ketika terkena gempa besar, struktur utama seperti balok dan kolom boleh rusak tapi tidak boleh runtuh," ucap pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Departemen Profesi Keinsinyuran, Fakultas Teknik UB.

"Bangunan tahan gempa, bagi masyarakat umum, pada prinsipnya adalah sederhana dan ringan," tambah dia.

Bangunan sederhana adalah yang beraturan, seperti dengan denah yang berbentuk simetris seperti kotak, dan tersedianya kolom di tiap pertemuan dinding, kolom menerus sampai bawah.

"Kolom juga harus lebih kuat dibanding baloknya," jelas dia.

Hal ini agar kerusakan terjadi di balok, bukan di kolom. Inilah yang dimaksud dengan 'rusak dengan cara yang diinginkan'.

Bangunan juga harus ringan. Hal ini karena efek gempa pada struktur sebanding dengan berat bangunan.

Berat bangunan menjadi ringan dapat dilakukan, salah satunya dengan penggunaan bata ringan untuk dinding, penggunaan rangka baja ringan seperti galvalum untuk bangunan.

"Isi rumah juga harus dipertimbangkan, karena semakin ringan isi rumahnya, efek gempa bisa diminimalisir karena bangunannya ringan," ucap dia.

Kondisi tanah, jelas Ari, juga berpengaruh terhadap kekuatan gempa. Makin lunak tipe tanah, makin besar efek gempa ke bangunan.

"Kunci utama untuk pondasi bangunan adalah harus mencapai tanah keras atau tanah cadas. Sangat menjamin untuk bangunan tahan gempa. Jika tidak, maka efeknya gempanya juga akan lebih berat," jelas dia.

Terkait material, bahan organik seperti kayu atau bambu mempunyai sifat elastisitas yang lebih dapat bertahan dalam kondisi deformasi yang besar.

"Sehingga bangunan dengan material kedua bahan ini bisa lebih bertahan walaupun bangunan sudah doyong besar, dan tidak gampang runtuh. Namun, kedua bahan ini lebih rentan terhadap rayap, jamur, kelembaban dan sejenisnya. Itulah kenapa rumah menggunakan beton cenderung lebih dipilih karena lebih awet," terang dia.

Untuk menyiapkan bangunan tahan gempa, Ari mengingatkan untuk membuat bangunan yang sederhana, kuat, dan ringan.

"Kuat di sini terkait dengan kualitas material bangunan, metode konstruksi yang digunakan, dan sebagainya. Misal pembuatan betonnya benar-benar kuat, dan sesuai aturan mulai dari ukuran dan jumlah besi, komposisi material hingga ukurannya," sembung dia.

Untuk itu bagi masyarakat awam, tentu konsultasi atau pemakaian jasa konstruksi yang benar dan taat aturan akan sangat membantu, karena ada istilah teknis yang sulit dipahami oleh masyarakat awam.

"Panduan mengenai bangunan sederhana juga sudah disediakan oleh Kementerian PUPR, dan bisa di akses oleh masyarakat," tukas dia.

Lihat Sumber

  • 1

  • 0

Rekomendasi Artikel

Kenapa Pusing Setelah Makan Durian? Ini Penyebabnya

IDN Times

Anggota Banser Lamongan Disuntik Vitamin Sebelum Datangi Puncak Peringatan 1 Abad NU di Sidoarjo

TribunMataraman

Diperluas 6 Februari, Beli Solar di SPBU Pertamina Wajib QR Code Subsidi Tepat MyPertamina

BangkaPos

Sejarah Jakarta, Melihat Jejak Tradisi Minum Teh Warga Tionghoa di Pantjoran Tea House

TribunTangerang

Viral Indomie Goreng dengan Nasi, Ini Penjelasan Indofood

SuryaMalang

6

Tulis komentar...