Home

Merasa Miskin, Silakan Akses Bansos ke Puskesos

Gatra.com | 1 month ago

Karanganyar, Gatra.com- Masyarakat yang merasa tidak mampu menopang sendiri kebutuhan hidup sehingga butuh bantuan sosial pemerintah, dipersilakan mengakses ruang konsultasi di pusat kesejahteraan sosial (Puskesos). Petugas akan mencarikan solusi paling tepat dalam mengatasi keluhannya.

Hal itu disampaikan Praktisi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) dari Kementrian Sosial, Puji Dwi Antono kepada wartawan di sela Sosialisasi Persiapan Pembentukan Puskesos-SLRT di Kabupaten Karanganyar, Kamis (24/6). "Puskesos adalah layanan terpadu satu pintu untuk masalah sosial. Apapaun itu pengaduan dari masyarakat yang merasa miskin," katanya.

Petugas terlebih dulu akan mengkroscek validitas NIK. Sebab, NIK yang valid merupakan syarat utama menerima bansos dari pemerintah. Kemudian dicek apakah mereka sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ataukah belum. Jika belum masuk DTKS, maka bisa diusulkan dengan dikuatkan musyawarah desa maupun kabupaten.

Puskesos memiliki data berbagai menu program bansos dari aneka sumber. Misalnya program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Pangan (BSP) dari pemerintah pusat. Bahkan program bantuan sosial daerah bersumber APBD dan Baznas juga memungkinkan atau malah CSR dari swasta. "Akses bantuan tersedia luas. Data dari pemohon disajikan melalui dashboard yang bisa diakses pemangku kebijakan seperti bupati hingga satuan kerja Kemensos," lanjutnya.

Puskesos mengandalkan personel fasilitator tiap desa/kelurahan. Ia bertanggungjawab kepada supervisor Puskesos tingkat kecamatan.

Lebih lanjut dikatakan, Puskesos membantu percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Meski target pembentukan sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, namun pada tahun iniditarget terbentuk puskesos di 430 kabupaten/kota. Pada pembentukannya, Kemensos menanggung biaya operasional Puskesos di dua desa selama tiga tahun berjalan. "Ini merupakan stimulus dari pemerintah pusat. Hanya saja kebutuha tiap desa untuk Puskesos berlainan mengingat kondisi demografis dan geografis," jelasnya.

Dalam bekerja di lapangan, dibutuhkan dukungan aplikasi yang memungkinkan penyelenggara SLRT dan Puskesos dilaksanakan secara responsif, cepat dan terintegrasi. Aplikasi SLRT yang dipakai petugas terintegrasi secara penuh dengan SIKS-SLRT. "Kalaupun di desa tidak menjangkau sinyal, petugas tetap bisa mencatat data lapangan melalui aplikasi di ponsel android yang terintegrasi sistem SSKS-SLRT," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan kerja Puskesos sebenarnya sudah lama dilaksanakan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Misalnya menyampaikan logistik isolasi mandiri dan memutakhirkan data sosial. "Tenaga Puskesos sama dengan TKSK, terutama supervisor kecamatan. Bedanya hanya personel fasilitatornya. Puskesos memiliki dasar hukum kelembagaan dan SK personel," katanya.


Reporter: Abdul Alim Muhamad Zamzami
Editor: Rohmat Haryadi

1 2 3 Read All


Lihat Sumber

  • 52

  • 0

Rekomendasi Artikel

Cara Pinjol Ilegal Tagih Utang: Sebut Nasabah Bandar Narkoba Hingga Sebar Foto Syur

Merdeka

6

Seram! Arwah Mbak You Disebut Jadi Budak Siluman Ular, Mbah Mijan: Itu Rahasia Allah SWT

Herstory.co.id

20

VIDEO: Percakapan Jokowi dengan Arga Via Video Call, Bocah yang Azan di Makam Ibunda

Merdeka

1

Iis Dahlia Murka Wajahnya Dipampang Jadi Pelaku Kejahatan, Ibu & Mertuanya Ketakutan

Merdeka

Bangga! Siswa Indonesia Raih 6 Medali Olimpiade di Ajang IMO

IndozoneID

1

Top Comment

  • Annisa

  • 1 month ago

74

0

Kalo orang kaya tapi merasa miskin gimana🤣

  • zenzozi

  • 3 weeks ago

kemaruk

  • Hwang In Yeop

  • 1 month ago

78

0

pertama

  • Harni

  • 1 month ago

64

0

hallo

  • D. Mahardika

  • 1 month ago

KISMIN

  • orang ganteng

  • 1 month ago

64

0

owhhh

  • Jakarta_No.10859530

  • 1 month ago

63

0

Yaelo

view more >>

Latest Comments

  • Surya Adji

  • 3 weeks ago

16

22

Yuk diurus Suratnya

Tulis komentar...