Home

Hati-Hati, Terlalu Banyak Rebahan selama Pandemi Bisa Berisiko Diabetes

Idea | 3 weeks ago

Rebahan tingkatkan risiko diabetes (Fotolia/runzelkorn)

IDEAOnline- Selama pandemi, kita seakan "dipaksa" untuk menghabiskan sebagian besar waktu kita di rumah.

Tidak dapat dimungkiri, area gerak kita saat di rumah pun menjadi dibatasi.

Terlebih lagi, rebahan menjadi salah satu aktivitas favorit kita saat di rumah.

Namun, rupanya tidak banyak bergerak di rumah dapat berakibat buruk pada kesehatan.

Dampakpandemi Covid-19ternyata berisiko pada kontrol glikemik yang sangat buruk bagi orang-orang, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat apa pun.

Dari kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan makan yang tidak sehat dan fokus yang tidak merata hingga pemeriksaan dan tindakan pencegahan, semua faktor ini telah bertindak sebagai risiko besar untuk peningkatan gula darah, yang, pada gilirannya, telah mendorong banyak orang menjadi pradiabetes atau membuat mereka diabetes

Dikutip dari JAMA Network, persatuan dokter penyakit endokrin di Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa risiko diabetes yang akibatpandemi Covid-19lebih besar bagi mereka yang sudah berisiko seperti riwayat gaya hidup yang tidak banyak bergerak, kelebihan berat badan, BMI tinggi, menderita PCOS dan karenanya, harus tetap memeriksakan diri.

Dokter Mirsha Chandalia, salah satu anggota perkumpulan dokter tersebut mengatakan, yang menjadi masalah adalah banyak orang yang tidak sadar risiko ini dan bahwa dirinya malah sudah terkena diabetes.

Oleh karena itu, di masapandemi Covid-19setiap keluarga hendaknya berinvestasi adalah pada glukometer, yaitu alat pengukur gula darah, terutama bila penghuni rumah sudah berusia 30 tahun ke atas.

Dr Chandalia menegaskan bahwa pemantauan pembacaan glukosa adalah cara untuk mengendalikan gangguan tersebut. “Untuk orang yang menderita obesitas, memiliki PCOS, riwayat keluarga kami sarankan untuk memulai pemeriksaan lebih awal dari usia yang disarankan”, tambahnya.

Apa saja tanda dan gejala peringatan yang harus diwaspadai? Tingkat puasa di atas 250-300 mgDL harus menjadi perhatian dan menuntut perhatian.

Juga bila muncul tanda-tanda seperti haus berlebihan, sering lapar, sering buang air kecil, mudah lelah, dan penurunan berat badan tanpa usaha diet.

Dokter juga mengingatkan pasien untuk tidak menganggap enteng diabetes, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala.

Selain menekankan perlunya pemeriksaan preventif, dokter juga mengingatkan pentingnya menjaga berat badan yang sehat, memperhatikan indeks massa tubuh, pemeriksaan tepat waktu kesehatan, gaya hidup sehat dan diet untuk mengurangi faktor risiko dan mengelola kondisi tersebut, terutama di masapandemi Covid-19dimana orang cenderung berdiam di rumah.

Artikel ini telah tayang di health.grid.id dengan judul "Malas Gerak Selama Pandemi Covid-19 Berisiko Munculkan Diabetes".

#Berbagiidea #Berbagicerita #Bisadarirumah #Gridnetwork #Rumahtropis

(*)

Lihat Sumber

  • 3

  • 0

Rekomendasi Artikel

Gempa Magnitudo 4,8 di Bali Akibat Sesar Lokal

Merdeka

1

Pakar Jelaskan Aturan Pengangkatan Megawati jadi Dewan Pengarah BRIN dari BPIP

Merdeka

Thomas Cup 2020 - Jonatan Christie Bongkar Satu Fakta Menarik di Balik Kemenangan atas Malaysia

Sportfeat

Pemprov DKI akan Bangun Dua FPSA, Diyakini Bisa Tuntaskan Masalah Sampah

IndozoneID

Berlenggok Bak Suami Istri, Afgan Akhinya Blak-blakan Ngaku Ogah Nikahi Rossa: Enggak Ada Agenda!

Wiken

Top Comment

  • Kentang

  • 3 weeks ago

218

0

oh gitu

Tulis komentar...