Home

Ajifol, Terobosan Ajinomoto untuk Dukung Budidaya Tani Berkelanjutan

Nova | 1 month ago

Ajifol untuk Dukung Budidaya Tani Berkelanjutan (Ajinomoto )

NOVA.id – Selain memproduksi monosodium glutamat (MSG), PT Ajinomoto Indonesia juga meluncurkan produk samping pupuk Ajifol (Ajinomoto Foliar Fertilizer).

Ajifol yang diproduksi lewat proses bio cycle ini memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman mulai dari awal tanam hingga panen.

Sebagai produk sampingan dari proses produksi MSG yang menggunakan tetes tebu yang melalui proses fermentasi serta dengan kandungan asam amino berkualitas tinggi di dalamnya, Ajifol juga mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, sehingga dapat mengurangi pemakaian pestisida dan lebih ramah terhadap lingkungan.

Sebagai salah satu cara efektif dan efisien terhadap penggunaan air, sumber daya manusia, dan penghematan biaya guna mendukung budidaya pertanian berkelanjutan, Departemen Agriculture Development (Agri Dev) PT Ajinomoto Indonesia yang beroperasi di Pabrik Mojokerto, Jawa Timur, baru-baru ini melakukan inovasi penyemprotan Ajifol dengan menggunakan teknologi drone.

Yudho Koesbandryo, Factory Manager sekaligus Direktur PT Ajinomoto Indonesia menjelaskan, “Sejalan dengan Ajinomoto Share Value (ASV) perusahaan, PT Ajinomoto Indonesia mulai melakukan pengolahan produk samping (By Product) yang dalam prosesnya mengacu pada Eco Activity dan Bio Cycle, yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual (Co Product), salah satunya pupuk Ajifol yang telah dilengkapi dengan izin edar dari Kementerian Pertanian RI.”

“Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, kami pun mulai membantu beberapa komunitas petani padi, jagung, dan tebu yang berada di daerah Jawa Timur, yaitu Mojokerto, Madiun dan Malang dengan mengenalkan Ajifol sebagai co-product perusahaan yang dapat membantu menjaga pertumbuhan tanaman agar menghasilkan panen dengan kualitas terbaik serta menyediakan jasa aplikasi Ajifol menggunakan drone.”

Saat ini, Ajifol memiliki dua varian, yaitu Ajifol D untuk pertumbuhan vegetatif tanaman (akar, batang, daun) dan Ajifol B untuk pertumbuhan generatif tanaman (bunga dan buah).

Penggunaannya cukup mudah, dengan menambahkan air terlebih dahulu sesuai takaran, Ajifol bisa langsung disemprotkan ke bagian tanaman.

Tidak hanya memiliki kandungan yang berkualitas, harga pupuk cair Ajifol ini juga sangat terjangkau.

Sejak kehadirannya, aplikasi Ajifol masih dilakukan secara manual sehingga menjadi tidak efisien sehingga memakan waktu yang lama, boros dalam penggunaan air, membutuhkan biaya untuk para tenaga kerja.

Berkaitan dengan hal tersebut, PT Ajinomoto Indonesia mengajak para petani untuk menerapkan metode baru dalam mendukung budidaya pertanian yang berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi drone.

PT Ajinomoto Indonesia meyakini penggunaan teknologi drone akan memberikan dampak lingkungan yang positif serta dapat menghemat biaya sekaligus menyokong budidaya pertanian berkelanjutan di Indonesia.

“Sebagai gambaran berdasarkan hasil uji coba yang telah kami lakukan di bulan September lalu, untuk tanaman padi, jagung dan tebu mendapatkan respon yang cukup baik dari para petani,” jelas Yudho.

Pengaplikasian teknologi drone sangat efisien dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit per hektar dengan jumlah air berkisar 16 liter per hektar, sedangkan jika pengaplikasiannya secara manual, membutuhkan waktu sekitar setengah hari hingga 1 hari dengan jumlah air sekitar 200 liter per hektar.

“Biaya pengaplikasian dengan menggunakan teknologi drone rencananya akan kami ajukan sekitar Rp100.000,00 per hektar, sedangkan jika pengaplikasian manual berkisar Rp150.000,00 per hektar,” lanjut Yudho.

“Untuk beberapa tanaman seperti jagung dan tebu, pengaplikasian manual akan sulit dilakukan saat tanaman sudah tinggi, sekitar 1,5 meter ke atas, sedangkan dengan menggunakan teknologi drone, kendala tersebut tentu dapat teratasi,” tutup Yudho.

Melalui Departemen Agri Dev, PT Ajinomoto Indonesia terus berkomitmen melakukan aktivitas pengolahan produk samping dari hasil produksi MSG dan makanan serta sampah domestik lainnya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Hal ini menjadi bentuk salah satu komitmen perusahaan dalam menjaga keragaman hayati, kualitas sumber daya air dan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman maupun kesejahteraan para petani.

Dapatkan pembahasan yang lebih lengkap dan mendalam di Tabloid NOVA.

Yuk, langsung langganan bebas repot diGrid Store.(*)

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Istri Gilang Dirga Kesal seusai Buat Podcast Ayah Vanessa Angel: Jangan Pancing Gala Buat Kebencian

Tribunwow

Man United Vs Arsenal, De Gea Dicap Memalukan Usai Kebobolan Gol Konyol

Kompas.com

Kades di Cigombong Diperiksa Polisi Gara-Gara Jual Beli Tanah Garapan

Merdeka

Saat Ziarah ke Tuti dan Amalia, Yosef Turut Doakan Polisi: Kasihan Penyidik

Tribunwow

Hasil dan Klasemen Sementara BRI Liga 1: Persija Naik Peringkat, Persik Keluar dari Zona Degradasi

Merdeka

Tulis komentar...