Home

6 Jenis Makanan untuk Diare agar cepat Pulih

Kompas.com | 1 month ago

KOMPAS.com - Ketika mengalami diare, frekuensi buang air besar kita menjadi lebih sering dan kotoran bertekstur cair.

Mengalami diare sangatlah tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas harian kita. Namun, ada beberapa hal yang dapat memberikan kenyamanan ketika kita mengalami diare, termasuk memilih makanan untuk diare.

Gejala diare

Salah satu gejala diare paling umum adalah buang air besar cair. Namun, gejala diare sebetulnya tak hanya itu.

Beberapa gejala diare lainnya seperti

  • Kram perut
  • Mual
  • Perut kembung dan nyeri
  • Urgensi buang air besar

Mengonsumsi makanan untuk diare dapat membantu mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

Menurut Verywell Health, elektrolit adalah mineral dalam cairan tubuh kita, seperti natrium dan kalium. Cairan tersebut membawa kimia penting yang dibutuhkan untuk detak jantung, sinyal, saraf, dan fungsi lainnya.

Pilihan makanan untuk diare dapat membantu mengurangi jumlah kotoran yang tidak tercerna di usus besar kita.

Usus besar adalah bagian terakhir saluran pencernaan sebelum kotoran meninggalkan tubuh kita. Lebih sedikit residu artinya lebih sedikit buang air besar yang mendesak.

Makanan yang bergerak perlahan melalui sistem pencernaan akan memberikan lebih banyak waktu untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat dan meredakan diare.

Makanan untuk diare

Menurut Medical News Today, pada masa pemulihan diare, kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang rasanya cenderung hambar, sederhana, dan mudah dicerna, sehingga mudah menyerap air dari kotoran.

Menurut Medical News Today, berikut beberapa jenis makanan untuk diare yang dapat dikonsumsi untuk meringankan gejalanya:

1. Sayur-sayuran

Penderita diare perlu mengonsumsi makanan hambar, sebab makanan pedas dan kompleks dapat mengiritasi usus. Salah satu makanan untuk diare adalah sayur-sayuran.

Sayuran adalah pembangkit tenaga, namun sulit dicerna ketika dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Jadi, sayur-sayuran cenderung lebih ramah diet ketika dikupas, dibuang bijinya, dan dimasak hingga matang.

Salah satu sayuran yang baik sebagai makanan untuk diare adalah kentang rebus.

Pilihlah kentang rebus yang sudah dikupas kulitnya dan tanpa dibumbui apapun.

Hindari sayuran seperti brokoli, kembang kol, paprika, kacang polong, sayuran berdaun hijau, dan jagung karena cenderung memicu gas.

2. Gandum utuh dan nasi putih

Oat adalah sumber serat larut yang dapat membantu menjadikan kotoran lebih solid sehingga membantu sebagai cara mengatasi diare.

Namun, jika mencari makanan untuk diare, hindari menambah madu, gula, sirup, atau mentega ke oatmeal yang kita konsumsi ketika diare.

Roti gandum mungkin pilihan yang sehat. Namun, ketika sedang mengalami diare, roti putih mungkin menjadi pilihan yang lebih baik karena lebih mudah dicerna. Begitu pula dengan nasi putih polos.

Keduanya mudah dicerna dan mengikat, artinya membantu mengentalkan kotoran yang encer akibat diare.

Kita juga bisa mengonsumisinya dengan kaldu ayam polos.

Makanan untuk diare di atas akan membantu utamanya pada hari pertama mengalami diare. Makan banyak makanan kecil dan sederhana sepanjang hari dapat membantu sistem pencernaan agar tidak bekerja terlalu banyak.

3. Probiotik

Probiotik seperti yogurt dan kefir juga mungkin dapat membantu dalam beberapa kasus sebagai makanan untuk diare. Namun, pada sebagian orang, probiotik mungkin malah mengiritasi sistem pencernaan lebih buruk.

Probiotik baik sebagai makanan untuk diare karena membantu meningkatkan keseimbangan bakteri baik dan jahat di usus.

Namun, produk susu dapat mengiritasi sistem pencernaan, sehingga seseorang mungkin ingin mencoba sumber probiotik non-susu, seperti miso atau asinan kubis.

4. Buah-buahan

Makanan hambar dan beberapa jenis buah-buahan mudah untuk dicerna, sehingga cocok sebagai pilihan makanan untuk diare dengan membantu menenangkannya.

Salah satu buah yang dianjurkan sebagai makanan untuk diare adalah pisang. Pisang adalah sumber kalium yang baik. Kalium adalah elektrolit penting yang bisa hilang ketika kita mengalami diare. Pisang juga kaya akan serat larut pektin.

Mengonsumsi serat larut ketika diare dapat membantu menyerap cairan di usus sekaligus mencegah sembelit.

Kita juga bisa mengonsumsi saus apel sebagai alternatif buah apel. Kulit buah apel kaya akan serat tidak larut sehingga dikhawatirkan dapat membebani sistem pencernaan.

5. Protein

Daging ayam kukus adalah salah satu makanan untuk diare yang dianjurkan. Pilihan daging tanpa lemak seperti daging sapi dan ikan juga baik untuk dikonsumsi saat diare.

6. Minuman

Selain makanan untuk diare, cairan yang kita konsumsi saat diare juga penting.

Usahakan menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang dengan minum banyak air.

Minum banyak air membantu mencegah dehidrasi dan membuang racun dalam tubuh.

Air kelapa dapat menjadi pilihan yang baik ketika diare. Minuman olahraga pengganti elektrolit juga dapat dipilih, meskipun mungkin mengandung gula tambahan tinggi.

Kaldu tulang sangat baik untuk membantu menggantikan cairan tubuh dan natrium yang hilang akibat serangan diare berulang.

Minuman yang sangat panas atau sangat dingin dapat merangsang buang air besar. Namun, pastikan kita tetap mengonsumsinya pada suhu kamar hingga gejala diare membaik.

Hindari minum kopi dan teh ketika diare karena dapat merangsang kontraksi usus.

Hindari pula minuman beralkohol dan soda hingga gejala diare membaik. Minuman berkarbonasi seperti soda dapat menyebabkan gas dan kembung.

Makanan yang perlu dihindari saat diare

Beberapa makanan bisa menyebabkan gejala diare yang lebih parah, antara lain:

  • Makanan pedas

Makanan pedas berpotensi mengiritasi sistem pencernaan. Itulah mengapa makanan pedas tidak termasuk makanan untuk diare dan makanan hambar lebih dianjurkan karena memiliki risiko paling kecil untuk mengganggu sistem pencernaan.

  • Gorengan

Ketika diare, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak atau minyak.

Lemak dan minyak pada makanan gorengan bisa sulit untuk diproses oleh sistem pencernaan yang sensitif dan kemungkinan dapat memperburuk gejala.

Sebagai gantinya, lebih baik mengonsumsi sayuran rebus atau kukus, serta protein tanpa lemak.

  • Makanan manis atau mengandung pemanis buatan

Gula yang masuk ke usus besar dapat mengganggu bakteri yang sudah sensitif, membuat diare semakin parah.

Ini termasuk jus buah dan buah-buahan tinggi gula.

Jadi, penderita diare juga harus menghindari pemanis buatan karena beberapa di antaranya bisa memiliki efek pencahar.

  • Makanan berserat tinggi

Ketika sedang diare, sebaiknya menghindari makanan berserat tinggi. Serat dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap aktif.

Pada kondisi sehat, itu adalah hal yang baik.

Namun di masa pemulihan diare, serat dapat memperburuk gejalanya.

Jadi, hindari sumber serat tidak larut, seperti terkandung pada roti gandum, sereal gandum, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Serat larut seperti pektin yang terkandung di dalam apel dan pisang sebetulnya dapat menjadi makanan untuk diare dan mempercepat pemulihannya.

Tapi, penderita diare perlu membatasinya, setidaknya pada hari pertama diare.

  • Makanan lain yang sebaiknya dihindari

Makanan lain yang sebaiknya dihindari termasuk bawang merah dan bawang putih, makanan yang banyak diproses, sayur mentah yang menghasilkan gas, buah sitrus, dan daging berlemak.

Kapan perlu ke dokter

Ketika mengalami diare, pastikan beristirahat cukup karena tubuh yang berada pada situasi lelah bisa membuat masalah diare menjadi lebih parah.

Selain itu, batasi aktivitas fisik ketika gejala diare muncul karena aktivitas fisik berat bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

Pada kasus diare serius, kotoran bisa disertai darah atau lendir. Kondisi ini sering kali disertai demam sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.

Diare yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk dehidrasi.

Seseorang yang menderita diare berat mungkin juga memerlukan rawat inap.

Jika mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius atau sakit perut parah, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Pada anak-anak, jika gejala diare tidak hilang dalam 24 jam, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Pada akhirnya, banyak kasus diare hanya berlangsung beberapa hari dan gejalanya bisa membaik setelah dilakukan perawatan di rumah.

Untuk mengurangi gejalanya dengan lebih cepat, konsumsilah makanan sederhana, meningkatkan asupan cairan, dan menggunakan obat bebas sesuai kebutuhan.

Jika kondisi tidak membaik dalam dua atau tiga hari, penderita diare perlu membuat janji dengan dokter.

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Istri Gilang Dirga Kesal seusai Buat Podcast Ayah Vanessa Angel: Jangan Pancing Gala Buat Kebencian

Tribunwow

Hasil BRI Liga 1: Memeras Banyak Keringat, Persija Cuma Menang Tipis atas Persikabo 1973

Merdeka

Sahabat Vanessa Angel Yakin Keluarga Mendiang Hanya Incar Harta Warisan, Marissya Icha: Itu Sudah Jelas

Wiken

Masih Tergolong HP Murah, Inilah Daftar Harga OPPO A Series Terbaru Bulan Desember 2021, Mulai dari OPPO A11k sampai OPPO A95

Gridhype

Bukan di Usia Muda, Wanita Alami Orgasme Dahsyat di Umur Segini, Terungkap Penyebabnya yang Bikin Tercengang

Gridhype

Tulis komentar...