Home

Berprofesi sebagai Ustaz, HF Disebut Bikin Video Tendang Sesajen di Semeru untuk WAG Kajian Ibu-Ibu

Tribunwow | 4 days ago

TRIBUNWOW.COM - Hadfana Firdaus (34) resmi ditetapkan tersangka setelah diduga menyebarkan video perusakan sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. 

Pengacaranya, Moh Habib Al Qutbhi mengatakan bahwa video itu memang dibuat oleh Hadfana Firdaus, tetapi ditujukan untuk kalangan internal. 

"Dia menyebarkan, meng-upload ke grup kajian, ini adalah untuk tujuannya edukasi," katanya saat ditemui awak media di Surabaya, Jumat (14/1/2022), dikutip dari Tribun Jatim.

Baca juga: Klaim Tak Ada Motif Tertentu, Penendang Sesajen di Pengungsian Erupsi Semeru Minta Maaf

Baca juga: Terungkap Motif Pria Tendang Sesajen di Gunung Semeru, Sengaja Sebar Video di WA Malah Berujung Bui

Hadfana Firdaus disebut sengaja membuat video itu untuk grup Whatsapp (WAG) kajian ibu-ibu. 

Pasalnya, Hadfana Firdaus memang sehari-hari dikenal sebagai ustaz.

"Namanya (WAG), kajian untuk ibu-ibu. Bahwa semacam ini, menurut keterangan dia (HF) tidak dibenarkan. Tidak dibenarkan secara agama-lah, sesuai dengan apa yang diketahui oleh HF.

Bahkan pengacaranya juga menyebut bahwa Hadfana Firdaus sendiri heran dengan viralnya video yang ditujukan untuk kalangan internal itu. 

Karena itu, Quthbi meminta agar polisi mengusut siapa penyebar yang menyebabkan video itu menjadi heboh di masyarakat.

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bahwa yang perlu dipersalahkan adalah yang menyebarkan kepada publik.  

"Kalau di grup udah jelas untuk kajian. Tapi kalau di publik untuk diketahui oleh umum, ini siapa. Ini yang dimaksud oleh ITE, kan di situlah pemahaman kami, oleh PH. Yang mendistribusikan siapa. Kok enggak ketemu," ungkapnya.

Baca juga: Fakta Sosok HF, Pria Asal Lombok yang Tendang Sesajen di Semeru, Pernah Tinggal di Rusunawa Bantul

Quthbi juga mengungkap bahwa sehari-hari Hadfana Firdaus memang berprofesi sebagai pengajar ilmu agama atau ustaz.

Hadfana bukan juga melarikan diri, melainkan memang tinggal di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Di sana, Hadfana juga mengasuh kepompok pengajian ibu-ibu dan kegiatan belajar mengaji lainnya. 

"Karena dia adalah bisa, punya pemahaman agama yang lebih dari saya, kurang lebih seperti itu, memberikan kajian ke ibu-ibu. Karena dia juga sebagai ustaz-lah."

"Untuk ngajar TPA dan sebagainya. Yang saya ketahui seperti itu, dan dapat informasi di tempat tinggal HF di Banguntapan," kata dia.

Di sisi lain, berdasarkan hasil pemeriksaan, Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto juga menyebut bahwa video itu dibuat melalui ponsel tersangka. 

Video itu, diambil ketika dirinya diterjunkan sebagai relawan ke lokasi bencana pada Sabtu (8/1/2022). 

Video itu kemudian viral dan dianggap sudah meresahkan masyarakat. 

Kata Polisi

Berdasarkan pemeriksaan awal, Totok juga menyebut bahwa Hadfana bukanlah orang yang mengunggah video itu ke media sosial. 

"Istilahnya bukan mengunggah. Tapi mendistribusikan share terhadap grup WA teman-teman keluarga dari tersangka," ujar Totok pada awak media di halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Jumat (14/1/2022).

Terkait motif, Totok juga menyampaikan sejauh ini belum ditemukan adanya motif untuk menyinggung kelompok tertentu. 

Tangkapan layar warga yang membuang makanan yang ditempatkan di daerah Gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur. (Bagus Supriadi/tangkapan layar via Kompas.com)

Dia disebut melakukan itu secara spontanitas karena keyakinan keagamaan yang dimilikinya. 

"Sementara ini adalah spontanitas karena pemahaman keyakinan yang bersangkutan," ujar Totok. 

Namun, pihaknya menyebut masih mendalami kasus ini lebih lanjut. 

Pasalnya, Hadfana Firdaus baru saja diamankan dan diperiksa setelah sampai di Mapolda Jatim pada Jumat (14/1/2022) pukul 04.00 WIB.

Seusai ditangkap, HF langsung menyampaikan permohonan maafnya.

Di hadapan awak media, Hadfana Firdaus menyatakan bahwa dirinya tak menyinggung siapa pun.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai. Kiranya apa yang kami lakukan dalam video itu, dapat menyinggung perasaan saudara, kami mohon maaf sedalam dalamnya. Terima kasih," ujar HF di Mapolda Jatim, Jumat (14/1/2022), dikutip dari Surya.co.id.

Atas perbuatannya, Hadfana Firdaus dijerat Pasal 156 dan 158 KUHP tentang ujaran kebentian terhadap suatu golongan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Artikel ini diolah dari Tribun Jatim yang berjudul Video Pria Tendang Sesajen di Semeru Disebut untuk Internal, Pengacara Minta Polisi Usut Penyebar dan Surya.co.id yang berjudul Tak Menyangka Videonya Viral di Media Sosial, Penendang Sesajen di Gunung Semeru Minta Maaf

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Melihat Sejong, ‘Ibu Kota’ Kedua di Korsel, Ditetapkan 2006 dan Mulai Relokasi 2012

IndozoneID

Sebut Video Syur 61 Detik Nagita Slavina Bukan Rekayasa, Roy Suryo Kena Sentil Netizen: Pakar Hoaks!

Herstory.co.id

Dituding Hanya Nikmati Kekayaan Suami, Bunga Zainal Buktikan Diri Sudah Terlanjur Kaya dari Lahir Lewat Foto Ini

Wiken

Seolah Tak Beri Restu Hubungan Ibunya dengan Ferry Irawan, Verrel Bramasta Malah Tunjukkan Sikap Ini Pada Venna Melinda

Gridhype

1

Angelina Sondakh Sebut Ingin Jadi Petani Usai Bebas, Keanu Massaid Ternyata Sudah Siapkan Kejutan Ini untuk Sang Ibu

Wiken

Tulis komentar...