Home

Prediksi Putin Lengser Bulan Agustus, Intelijen Ukraina Sebut Pemberontakan di Rusia Sudah Berjalan

Tribunwow | 1 week ago

TRIBUNWOW.COM - Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina, Mayjen Kyrylo Budanov (36) mengklaim Rusia akan kalah perang di akhir tahun 2022 ini.

Budanov mengungkapkan saat ini proses pemberontakan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin sudah berjalan.

Ia meyakni Putin akan dilengserkan dari posisinya sebagai Presiden Rusia pada bulan Agustus mendatang.

Baca juga: Peti Mati Hampir Jatuh, Ini Penampakan saat Pelayat Jurnalis Al Jazeera Dipukuli Polisi Israel

Baca juga: Temukan Istri hingga Anaknya Dibom di Rumah, Polisi Ukraina: Saya Menangis ketika Melihat Polina

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, klaim ini disampaikan oleh Budanov pada Jumat (13/5/2022) malam.

Budanov menyebut aktivitas peperangan di Ukraina akan selesai pada akhir tahun.

Ia mengatakan konflik di Ukraina akan menyebabkan pergantian pemimpin di Rusia.

"Proses ini sudah berjalan," ujar Budanov.

Sementara itu, sebuah media asal Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki sebuah rekaman suara dari seorang oligarki kolega Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di dalam rekaman suara tersebut, sang oligarki menjelaskan soal kondisi kesehatan Putin yang memburuk.

Disebutkan Putin tengah menderita kanker darah.

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, rekaman suara ini diterima oleh majalah New Lines yang berbasis di Washington, AS.

Sementara itu grup jurnalis investigatif Bellingcat menginfokan bahwa badan intelijen Rusia alias FSB baru saja mengirimkan sebuah memo rahasia ke para pimpinan regional FSB.

Info ini disampaikan oleh Christo Grozev selaku kepala investigasi di Bellingcat.

Menurut keterangan Grozev, memo itu menginstruksikan para pimpinan FSB regional agar tidak memercayai rumor miring tentang kondisi kesehatan Putin.

"Para direktur turut diinstruksikan untuk menyingkirkan segala rumor terkait yang dapat menyebar di tubuh FSB," ujar Grozev.

Grozev menyampaikan, di sebuah unit FSB, memo rahasia ini justru semakin meyakinkan para anggota intelijen bahwa Putin benar-benar menderita sakit keras.

Sebelumnya, rumor miring mencuat seusai Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menghadiri pertandingan hoki yang rutin diadakan tiap tahun di Kota Sochi.

Pada pertandingan hoki yang rutin diadakan tiap bulan Mei tersebut, Putin hanya mengirimkan sebuah video berisi pesan darinya.

Pertandingan hoki ini diketahui melibatkan pejabat-pejabat pemerintahan tingkat tinggi.

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Putin biasanya pasti hadir dalam pertandingan hoki tersebut.

"Pasti ada yang salah sehingga dia (Putin) tidak hadir," ujar sebuah sumber di Moskow.

Dalam video yang dikirimkan oleh Putin, The Sun menyoroti fisik sang Presiden Rusia tersebut.

Menurut pengamatan The Sun, ada bercak hitam di pipi Putin.

Bercak hitam tersebut tampak ditutupi oleh makeup.

Pada Mei 2021 silam, Putin sempat menyampaikan bahwa bermain hoki membuatnya panjang umur.

Putin sendiri akan memasuki usia 70 tahun di bulan Oktober 2022 mendatang.

Sebelumnya, bahasa tubuh Presiden Rusia Vladimir Putin disebut terlihat lemah pada saat menghadiri parade hari kemenangan di Moskow, Senin (9/5/2022).

Putin disebut terlihat seperti pejantan yang terkepung.

Bahkan pakar bahasa tubuh Judy James menyamakan bahasa tubuh Putin dengan seorang nenek-nenek lanjut usia yang saat parade duduk di samping Putin.

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, seperti yang diketahui pada acara perayaan hari kemenangan di Moskow, terdapat seorang nenek tua duduk di samping kanan Putin sambil membawa tongkat.

"Dia (Putin) terlihat paling mirip dengan nenek-nenek yang duduk di sampingnya - dia (Putin) memiliki pose yang serupa dengannya (nenek-nenek)," ujar Judy.

Judy lalu menyoroti Putin yang mengenakan selimut untuk menutupi lututnya.

Menurut Judy, hal tersebut semakin mengikis imej pria tangguh pada diri Putin.

Judy menyampaikan, sangat tidak biasa Putin menampilkan gestur tubuh yang lemah.

Lalu Judy menyoroti wajah Putin yang tampak membengkak dan cara jalan Putin yang terlihat tak stabil.

"Dia tampak hampir tidak bisa mengontrol sisi kanan wajahnya," ujar Judy.

Namun Judy menyebut, ketika Putin terlihat lemah justru saat ini lah Putin semakin berbahaya.

"Ketika (pria) alpha menunjukkan kelemahan, saat itu lah dia paling berbahaya," kata Judy.

Judy juga menilai Putin tampak marah ketika membicarakan apa yang negara-negara barat telah perbuat kepada Rusia.

Diketahui, gosip dan rumor seputar Presiden Rusia Vladimir Putin menderita penyakit telah santer beredar sejak Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari 2022.

Baca juga: Ini Pengakuan Pengacara di Ukraina yang Dampingi Tentara Rusia terkait Kasus Kejahatan Perang

Rumor sakitnya Putin ini kembali mencuat bertepatan dengan momen parade hari kemenangan Rusia yang digelar di Moskow, Senin (9/5/2022).

Pada parade tersebut, Putin terekam menggunakan selimut penghangat sembali menonton parade pasukan militer Rusia.

Dikutip TribunWow.com, momen ini turut menjadi sorotan media asal Inggris Thesun.co.uk.

Diketahui suhu Moskow pada saat itu adalah sembilan derajat celsius.

Pada foto dan video yang beredar, di antara orang-orang di sekitarnya, hanya Putin yang mengenakan selimut penghangat.

Awalnya Putin tidak menggunakan selimut tebal tersebut, ia hanya meletakkan selimut itu di sampingnya.

Namun seusai pidato selama 11 menit, Putin yang kembali duduk di kursinya tampak menggunakan selimut tebal tersebut yang terekam menutupi lututnya.

Mantan diplomat Inggris, Sir Tony Brenton menyebut penampakan Putin menggunakan selimut saat menyaksikan parade hari kemenangan adalah suatu detail yang menarik.

"Terdapat rumor Putin menderita sakit, yang mana tentu tidak diakui oleh Kremlin," ujar Tony.

Sebelumnya, sejumlah ahli dan pakar sempat ramai membicarakan penampakan terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pada Kamis (21/4/2022) beredar rekaman Putin sedang berbincang empat mata bersama Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Penampakan Putin pada saat berbincang dengan Shoigu disebut mengkhawatirkan dan menunjukkan tanda-tanda orang sakit keras.

Dalam kanal YouTube AFP News Agency tampak Putin duduk bersandar di kursinya.

Ia juga terekam memegangi meja berukuran kecil yang berada di tengah.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat berbincang dengan Menhan Rusia Sergei Shoigu terkait instruksi di Mariupol, pada Kamis (21/4/2022). (YouTube AFP News Agency)

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, beberapa ahli bahasa tubuh menyoroti bagaimana kaki Putin beberapa kali terekam tak bisa diam.

Mereka juga melihat Putin tampak kelelahan dan terus bersandar di kursi saat berbicara dengan Shoigu.

Professor Erick Bucy, seorang ahli bahasa tubuh dari Universitas Teknik Texas menyebut, kesehatan Putin tampak menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ini bukan potret Putin yang sehat, tetapi potret yang tampak semakin lemah dan nyaris tidak bisa berdiri tegak di meja konferensi kecil," ujar Prof Erick.

"Kaki Putin juga terlihat begitu kurus, seolah-olah ia menderita kehilangan berat badan atau penurunan massa otot dari penyakit yang tidak diumumkan."

Prof Erick tak luput turut menyoroti kondisi wajah Putin yang menurutnya tampak membengkak.

Kemudian Prof Erick melihat Putin tampak berusaha menghindari kontak mata dengan Shoigu.

Ia menyebut tingkah Putin menunjukkan tanda-tanda seorang pria yang ketakutan, kurang percaya diri, hingga tidak merasa nyaman.

Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmytri Peskov telah menjawab laporan investigasi soal kondisi kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hal ini menyusul ramainya isu bahwa Putin menderita kanker tiroid dan penyakit gangguang syaraf.

Dikabarkan kondisi kesehatan Putin yang kritis membuatnya tergesa-gesa melakukan invasi ke Ukraina.

Dilansir TribunWow.com dari The Moscow Times, Sabtu (2/4/2022), Kremlin membantah bahwa Putin telah menjalani operasi untuk kanker tiroid.

Meski sebuah laporan investigasi memantik kecurigaan atas kunjungan seorang ahli bedah rumah sakit presiden ke kediamannya di Laut Hitam.

Laporan itu mengatakan sekelompok besar dokter termasuk ahli bedah kanker tiroid telah menemani Putin dalam perjalanannya ke resortnya di kota Sochi sejak tahun 2016 hingga 2019.

Outlet investigasi Rusia Proekt, mencocokkan tanggal kunjungan resmi Putin ke Sochi dan ketidakhadirannya dengan kontrak akomodasi hotel lokal yang diterbitkan di situs web pengadaan pemerintah.

Laporan itu mencatat rata-rata lima dokter telah menemani Putin pada 2016 hingga 2017 dan sembilan dokter pada 2019.

"Selama 23 tahun pemerintahan Putin, negara itu tidak tahu kebenaran tentang kondisi fisik dan emosional orang yang memerintahnya," kata pemimpin redaksi Proekt, Roman Badanin dalam sebuah video.

"Kami dapat menegaskan bahwa dengan masa jabatan presiden saat ini, pemimpin Rusia tidak dalam kondisi kesehatan yang baik," imbuhnya.

Menurut penyelidikan Proekt, sekelompok dokter, perawat, dan eksekutif rumah sakit presidensial diduga telah melakukan operasi pada Putin sekitar bulan November 2016.

Setidaknya dua anggota tim medis yang terlibat dilaporkan telah mendapat promosi.

Proekt melaporkan bahwa tim tersebut terdiri dari ahli bedah saraf rumah sakit presiden dan staf lainnya bergabung dengan Putin untuk mengobati kemungkinan kambuhnya trauma.

Proekt mengatakan catatan menunjukkan seorang ahli bedah yang berspesialisasi dalam kanker tiroid telah menghabiskan 166 hari di Sochi antara 2016 dan 2019.

Ini adalah periode terlama yang dihabiskan di sana oleh seorang dokter rumah sakit kepresidenan dengan pengecualian dokter telinga, hidung dan tenggorokan yang kunjungannya berjumlah 282 hari.

Laporan Proekt tidak secara langsung menyatakan apakah Putin didiagnosis menderita kanker atau penyakit lainnya.

Namun, Dmitry Peskov terang-terangan membantah laporan yang menunjukkan bahwa Putin telah menjalani operasi kanker tiroid.

"Fiksi dan ketidakbenaran," kata Peskov seperti dikutip oleh jurnalis veteran Alexei Venediktov di saluran aplikasi perpesanan Telegram-nya.

"Apakah saya memahami dengan benar bahwa Vladimir Putin tidak menderita kanker?," tanya Venediktov menindaklanjuti.

"Benar," tegas Peskov.

Baca juga: Putin Diisukan Menderita Kanker Ganas, Jadi Alasan Buru-buru Kerahkan Militer Rusia Invasi Ukraina

Baca juga: Kehidupan Pribadi Putin, Cerai dari Istri dan Pacari Gadis 30 Tahun Lebih Muda hingga Punya 4 Anak

Dua Penyakit Putin

Sebelumnya, Putin dikabarkan menderita penyakit mematikan yang mempengaruhi keputusannya untuk menginvasi Ukraina.

Sejumlah ahli melihat kondisi tersebut dari kejanggalan sikap dan penampilan di depan publik baru-baru ini.

Pria 69 tahun itu dikabarkan tampak lebih lesu dengan tubuh yang terlihat menggembung.

Dilansir TribunWow.com dari The Sun, Jumat (1/4/2022), Putin yang selama ini menunjukkan citra sebagai pria kuat, telah berubah secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir.

Penyelidikan terbaru telah mengungkapkan bahwa sang presiden terus-menerus ditemani oleh seorang dokter yang berspesialisasi dalam kanker tiroid.

Presiden Rusia Vladimir Putin ketika menghadiri acara kebaktian gereja, Minggu (24/4/2022). Media asal Inggris menyebut Putin tampak tak sehat dan bersikap aneh. (YouTube AFP News Agency)

Laporan oleh media investigasi Proekt, menyatakan bahwa ahli bedah Yevgeny Selivanov, dari Rumah Sakit Klinik Pusat Moskow, telah terbang menemui Putin tidak kurang dari 35 kali di resor Laut Hitam Sochi.

Yevgeny Selivanov diketahui merupakan dokter yang memiliki keahlian di bidang kanker tiroid.

Penemuan ini mendukung teori baru-baru ini bahwa Putin menyatakan perang ketika dia menderita masalah medis yang disembunyikan dari orang-orang Rusia.

Sementara pada November 2020, analis politik Valery Solovei mengungkapkan teori penyakit kanker dan Parkinson yang diderita Putin hingga perlu menjalani operasi darurat.

"Yang satu bersifat psiko-neurologis, yang lain adalah masalah kanker," ujar Solovei.

"Jika ada yang tertarik dengan diagnosis pasti, saya bukan dokter, dan saya tidak punya hak etis untuk mengungkapkan masalah ini."

"Diagnosis kedua jauh, jauh lebih berbahaya daripada diagnosis yang disebutkan pertama karena Parkinson tidak mengancam keadaan fisik, tetapi hanya membatasi penampilan publik."

Dia menambahkan bahwa Putin telah menjalani operasi, sedangkan sumber lain membenarkan dan mengklaim operasi itu untuk mengangkat kanker perut.

Sebuah rekaman video menunjukkan kaki dan jari-jari Putin bergerak terus-menerus, yang mendukung teori Parkinson.

Putin juga menderita batuk-batuk selama pertemuan yang disiarkan televisi.

Selain dokter Selivanov, pemimpin Rusia itu juga diikuti oleh seorang ahli bedah saraf.

Ahli bedah tersebut adalah Alexey Shcheglov yang terus mengikuti Putin dalam setiap acara publik dan sempat ikut terfoto.

Ia dipandang sebagai dokter yang antara lain dapat mendeteksi penyakit pada kelenjar tiroid, termasuk masalah onkologis.

Ada spekulasi luas di Barat bahwa Putin memiliki masalah medis yang serius ketika ia melancarkan perang di Ukraina yang diperkirakan menewaskan 17.000 tentara Rusia.

Diduga, sikap Putin yang dinilai tergesa-gesa merupakan dampak dari penyakit fatal yang dideritanya. (TribunWow.com/Anung/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Lihat Sumber

  • 1

  • 0

Rekomendasi Artikel

10 Jurus Ini Bikin Elon Musk jadi Orang Paling Tajir Sejagat

Kompas.com

‘Memory’ Review: Ketika Pembunuh Bayaran Alami Masalah Hilang Ingatan

Popbela.com

9 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Produksi ASI, Jarang Disadari

IDN Times

5 Alasan Lebih Mementingkan Pasangan Daripada Teman Itu Gak Salah

IDN Times

5 Manfaat Berpelukan saat Hamil yang Tidak Boleh Dilewatkan

POPMAMA.COM

1

Tulis komentar...