Home

OPINI: BELAJAR BERMUSYAWARAH DARI PERANG BADAR.

TintaHijau | 1 month ago



Perang Badar terjadi pada hari ke 17 bulan Ramadhan Tahun ke 2 Hijriyyah (puasa pertama umat Islam setelah diperintahkan Allah SWT). Perang ini sangat fenomenal, karena perang ini adalah perang pertama Rasulullah saw dan para sahabatnya menghadapi kekuatan musyrikin Quraisy setelah hijrah dan sekaligus perang ini menjadi penentu kekuatan politik ummat Islam saat itu. Pasukan kaum muslimin berjumlah 313 orang dan pasukan musyrikin Qurais berjumlah 1000 orang.

Dua kekuatan muslimin dan musyrikin sepakat utk "duel" di medan Badar, yang banyak lembah dan dataran tinggi berbukit, serta di tempat itu pun tersedia mata air Badar, setelah sebelumnya muncul berita, bahwa kaum muslimin akan mencegat kafilah dagang Abu Sufyan dari Syam  menuju Makkah membawa perdagangan yang diangkut oleh 1000 unta, melewati jalan pinggiran Madinah


Saat musyrikin Quraisy mengetahui bahwa kaum muslimin akan mencegat kafilah dagangnya, mereka mengirimkan bantuan tentara untuk menghadapi kekuatan kaum muslimin, dan menyepakati pertempuran akan dilaksanakan di Badar.  Saat pasukan kaum muslimin sampai di salah satu mata air yang berada di lembah Badar, Rasulullah SAW memerintahkan pasukannya untuk berhenti dan menjadikan lembah bermata air itu sebagai tempat sekaligus basis pertahanan dan kekuatan perang mereka.





OPINI LAINNYA




Seorang sahabat Rasul saw, yang paling tahu medan Badar bernama Hubaib Al-Mundzir mendatangi Rasulullah saw dan menanyakan, apakah Rasulullah saw menjadikan tempat tersebut karena perintah wahyu Allah atau hanya strategi  beliau sendiri? Rasulullah saw menjawab bahwa itu strategi nya sendiri. Maka Hubaib Al-Mundzir dengan santun mengajukan usulan strategi agar pasukan tetap maju, dan  berhenti di mata air berikutnya yang masih tetap berada di lembah badar. Sedangkan orang musyrikin juga sudah berada di bukit Badar dan menguasai mata air di atasnya. Hubaib Al-mundzir mengusulkan kepada Rasul saw untuk menggali lagi sumur-sumur tambahan di sekitar mata air itu, dengan tujuan terjadinya penyerapan air dari mata air yang dikuasai Quraisy dan mengalir ke sumur-sumur kaum muslimin yang sengaja digali. Dan benar saat perang Badar berkecamuk, sumur mata air Quraisy mengering sehingga mereka kehabisan logistik air minum dan hal itu salah satu penyebab musyrikin Quraisy kalah perang dan 70 orang dari mereka  ditawan pasukan kaum muslimin.

Tentang 70 orang tawanan Quraisy ini, Rasulullah saw meminta pendapat dari 3 sahabat beliau yang mulia:
1. Abu Bakar Siddiq berpendapat bahwa 70 tawanan itu adalah keluarga mereka saat di Makkah, oleh karena itu beliau mengusulkan kepada Rasul saw agar membebaskan mereka dengan jaminan keluarganya membayar tebusan, agar hasil tebusan itu utk memperkuat pasukan perang kaum muslimin, dan berharap mereka yang dibebaskan kelak akan menjadi pengikut dan pembela Agama Islam.
2. Umar bin Khottob berpendapat, bahwa 70 orang Quraisy ini adalah yang mengusir Rasulullah saw dan para sahabatnya dari kota Makkah. Dan mereka sengaja keluar dalam  perang Badar dengan tujuan ingin membunuh Rasulullah saw dan para sahabatnya, Umar mengusulkan untuk memenggal kepala 70 orang tawanan Quraisy tersebut.

Selengkapnya klik halamaan berikutnya






3. Abdullah bin Rawahah berpendapat kepada Rasulullah saw. Bahwa salah satu di antara lembah Badar, banyak kayu bakar yang tersedia, Ibnu Rawahah mengusulkan untuk membakar 70 tawanan tersebut kepada Rasul saw.

Rasulullah saw tidak mengambil pendapat salah satu dari ketiga sahabat tersebut, malah beliau  masuk ke dalam tenda nya dalam waktu yang lama menunggu wahyu Allah diturunkan, sementara seluruh  sahabatnya di luar tidak ada yang bergerak satupun karena menunggu keputusan Rasul saw. Dalam waktu penantian yang cukup lama, dan wahyu tak juga turun, akhirnya Rasulullah saw. Keluar dari  tendanya dan memutuskan untuk mengambil usulan Abu Bakar Siddik, membebaskan tawanan dan meminta tebusan. Namun justru keputusan pilihan Rasulullah saw itu malah penyebab Allah SWT menegur beliau dengan menurunkan Al-Quran surat Al-Anfal : 67.

"Tidaklah pantas bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki  (pahala) akhirat (untukmu) Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

Dalam beragam versi banyak pelajaran yang berharga dari kissah perang Badar tersebut, salah satu pelajarannya adalah tentang Bermusyawarah (Syuro) :

1. Sebagai seorang Nabi yang dibimbing oleh wahyu, Rasulullah saw tetap menerima pendapat sahabatnya (Hubaib Al-Mundzir) apabila pendapat tersebut lebih memungkinkan untuk bisa memenangkan pertempuran. Dan beliau justru mengikuti pendapat sahabatnya, ketimbang bersikukuh dengan pendapatnya sendiri. Atas strategi perang Badar yang diusulkan Hubaib Al-Mundzir, ternyata kaum muslimin mampu mengalahkan kaum musyrikin Quraisy (walau jumlah pasukan mereka lebih banyak)


2. Rasulullah saw justru  meminta pendapat para sahabatnya dalam mengambil keputusan 70 tawanan. Dan justru keputusan Rasulullah saw memilih usulan Abu Bakar Siddik, ternyata dinilai tidak tepat oleh Allah sehingga turun  surat Al-Anfal : 67.




3. Jika hasil musyawarah di kemudian hari ternyata tidak sesuai dengan harapan dan kenyataan, maka tak perlu harus saling menyalahkan dan menganggap merasa benar atas pendapatnya dulu saat berbeda dalam syuro. Tapi harus dimaklumi sebagai khasanah syuro, karena ternyata Rasulullah saw sendiri sempat tidak tepat dalam mengambil keputusan. Dan Umar bin Khottob serta Abdullah bin Rawahah pun tidak merasa "adigung" karena pendapat mereka yang bisa jadi dibenarkan oleh ayat tersebut.


4. Rasulullah saw. Dalam situasi dan kondisi apapun selalu mengajarkan bermusyawarah kepada para sahabat dan ummatnya, untuk mencari kebijakan yang tepat dalam memunaikan sebuah amanah dan tugas-tugas

Wallohu alam bisshowab.



KH. Ade Sugianto SIP. SAN, Penulis adalah Ketua Yayasan Al-Ukhuwah Pagaden, Subang


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Dituduh Habiskan Rp30 Miliar untuk Bungkam Adam Deni, Ahmad Sahroni : Emang Ente Siape?

PojokSatu

Temui Keluarga Ridwan Kamil, Rossa Terinspirasi Menjadi Pribadi Lebih Baik Seperti Eril

PojokSatu

10 Meme Tanya Jawab yang Bikin Ngakak Brutal, Kocak Gaming

IDN Times

Ditemukan Benda Mencurigakan di Lapas Kelas II A Tangerang yang Diduga Bom

TribunDepok

Marshanda Ditemukan di Tempat Peredaran Narkotika di Los Angeles, Keluarga: Dia Butuh Privasi

TribunDepok

Tulis komentar...