Home

Jenis Keju yang Boleh dan Tidak Boleh Diberikan untuk MPASI

POPMAMA.COM | 1 month ago

Pencernaan bayi masih belum bisa mencerna makanan yang beragam seperti orang dewasa. Beberapa makanan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan bayi seperti alergi dan diare. Oleh karena itu, orangtua harus berhati-hati dan bijak dalam memilih makanan MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk si Kecil. 

Salah satu yang menjadi pertanyaan banyak orangtua adalah bolehkah keju diberikan untuk bayi? Keju baik dikonsumsi karena terbuat dari susu yang mengandung kalsium tinggi. Selama tidak memiliki alergi susu, keju aman untuk diberikan dan menjadi MPASI bayi. 

Namun, Mama perlu garis bawahi bahwa tidak semua jenis keju aman diberikan untuk bayi. Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum jenis keju yang boleh dan tidak boleh diberikan untuk MPASI. 

1. Pilihlah keju yang sudah dipasteurisasi

Pixabay.com/Herney

Pada saat pertama kali memberikan keju untuk bayi, pastikan keju yang digunakan sudah melalui proses pasteurisasi. Pasteurisasi adalah proses pemanasan pada suhu 60 - 100 derajat celcius yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme seperti kuman dan bakteri. Keju yang sudah melalui proses pasteurisasi biasanya terdapat label pada kemasannya. Contoh keju yang sudah dipasteurisasi adalah keju cheddar dan krim keju.  

Keju yang tidak melalui proses pasteurisasi berpotensi terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang dapat menyebabkan infeksi serius pada bayi. Gejala yang muncul dapat berupa demam tinggi, diare, dan nafsu makan berkurang.

2. Berikan keju yang bertekstur lembut

Pixabay.com/lee_2

Keju yang dapat diberikan untuk bayi adalah keju yang bertekstur lembut agar dapat dikunyah dan dicerna dengan baik. Selain itu, apabila memberikan keju yang bertekstur keras dan kasar bisa menyebabkan bayi tersedak. Contoh keju yang bertekstur lembut adalah keju ricotta, cottage, cheddar, dan mozarella. 

3. Perhatikan kadar garamnya

Pixabay.com/Waldrebell

Keju yang dicampurkan pada olahan MPASI sebaiknya mengandung kadar garam yang rendah, yaitu kurang dari 100 mg per porsi. Keju dengan kadar garam yang rendah aman diberikan kepada bayi karena rasanya yang tidak terlalu tajam.

Selain itu keju yang memiliki kandungan garam yang terlalu tinggi dapat berpotensi memperberat kerja ginjal bayi. Contoh keju yang memiliki kandungan garam yang rendah adalah krim keju dan cottage.

4. Hindari keju olahan yang tidak alami

Pixabay.com/lipefontes0

Dalam memilih MPASI, sebaiknya hindari keju olahan karena keju olahan bukanlah keju yang murni terbuat dari susu. Walaupun terasa seperti keju, keju olahan biasanya diolah dengan tambahan bahan kimia lain seperti pewarna, perasa buatan, dan pengawet. Bahan kimia seperti itu sangat berbahaya bagi kesehatan bayi. Jadi, pilihlah keju yang menggunakan 100% bahan alami ya, Ma!

Cara membedakan keju alami dan keju olahan adalah keju olahan memiliki kadar garam yang tinggi sehingga terasa lebih asin. Selain itu, keju olahan biasanya bertekstur elastis, kenyal, dan terlihat berkilau serta licin, sedangkan keju alami cenderung lebih mudah rapuh dan tidak terlihat licin.

5. Jangan memberikan keju yang berbentuk padat

Pixabay.com/MapleHorizons

Dalam memberikan keju untuk makanan pertama bayi, hindari memberikannya dalam bentuk padat. Walaupun keju yang diberikan bertekstur lembut, sebaiknya keju dilumatkan atau diparut terlebih dahulu.

Mama bisa menghaluskan keju kemudian mengombinasikannya dengan bahan lain yang bergizi. Contoh ide olahan MPASI dengan keju misalnya, keju dan kentang atau keju dengan jagung.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia bayi, Mama boleh mulai memberikan makanan dengan tekstur yang sedikit kasar untuk melatih bayi mengunyah. Contohnya seperti makanan yang dicincang halus atau bisa juga disaring kasar.

Nah, itu dia jenis keju yang boleh dan tidak boleh diberikan untuk MPASI. Berikan pengalaman makan pertama terbaik untuk si Kecil dengan memilih keju MPASI yang aman dan bergizi yuk, Ma!

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Tulis komentar...