Home

Isi Diary Gadis 12 Tahun di Ukraina, Bingung Tentara Rusia Menyerang padahal Punya Banyak Kesamaan

Tribunwow | 6 days ago

TRIBUNWOW.COM - Yeva Skalietska (12) adalah gadis muda asal Ukraina yang terpaksa menjadi pengungsi seusai pasukan militer Rusia datang menyerang.

Sebelum mengungsi ke Irlandia, Yeva tinggal bersama neneknya di Kharkiv di tengah bombardir pasukan Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari Skynews, selama perang berkecamuk, Yeva diketahui menuliskan apa yang ia rasakan dan alami di dalam buku harian atau diary miliknya.

Di dalam diary-nya, Yeva mendeskripsikan bagaimana dirinya harus berlindung di shelter bawah tanah ketika bombardir terjadi.

Ia juga mencatat perjuangannya kabur dari Ukraina menuju barat.

Yeva juga merasa bingung mengapa pasukan Rusia menyerang dirinya padahal bahasa dan adat Rusia juga banyak ditemukan di Ukraina.

Setelah kabur dari Ukraina, Yeva awalnya berada di pusat pengungsian di Hungaria.

Ia sempat ditolak oleh beberapa negara di Eropa sebelum akhirnya dirinya bersama sang nenek kini tinggal di Dublin, Irlandia.

"Semua orang tahu arti kata perang, tetapi secara praktik tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya direpresentasikan oleh kata ini," kata Yeva.

Yeva diketahui akan merilis isi diary miliknya menjadi sebuah buku berjudul You Don't Know What War Is: The Diary of a Young Girl from Ukraine (Kau Tidak Tahu Apa Itu Perang: Diary Gadis Muda dari Ukraina).

Buku yang bersumber dari catatan harian Yeva ini akan dirilis pada 25 Oktober 2022 mendatang.

"Saya ingin dunia mengetahui apa yang kami alami," ujar Yeva.

Bocah Tertipu Sikap Ramah Tentara Rusia

Satu keluarga Ukraina kehilangan putra sulungnya yang baru berusia 13 tahun.

Bocah bernama Elisei Ryabukon itu menjadi korban penembakan oleh tentara Rusia ketika mengungsi bersama orangtuanya.

Padahal, tentara Rusia yang sama sempat bersikap ramah dan mengizinkan mereka untuk lewat, sebelum kemudian memberondong mereka dengan peluru.

Ayah Elisei, Evhen Ryabukon menepuk peti mati dengan lembut, dan tampaknya sedang melakukan percakapan terakhir dengan putranya.

Dia beberapa kali menahan emosi dan berhenti bicara sebelum kemudian dapat menyelesaikan perkataannya.

Istrinya Inna, membenai letak foto berbingkai seorang anak laki-laki tersenyum, yang ditempatkan di peti mati.

Anak itu adalah Elisei, yang baru akan berusia 14 pada bulan Mei.

Lebih dari sebulan setelah dia terbunuh dalam penembakan oleh tentara Rusia, keluarga, teman, tetangga, dan teman sekelasnya berkumpul di sebuah gereja di kota Brovary di timur Kyiv.

Mereka datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anak yang sangat dicintai dari desa Peremoha ini.

Komunitas yang telah tercerai-berai karena perang itu, kini bersatu dalam kesedihan mendalam.

Elisei dikenang sebagai bocah yang jujur, rendah hati dan suka menolong.

Ia seorang anak laki-laki yang tidak suka berkelahi dan tak berminat bermain olahraga agresif.

Inna, Elisei dan putranya yang lebih muda terjebak di Peremoha ketika pertempuran dimulai.

"Pada 11 Maret, Rusia memberi kami izin untuk pergi. Mereka bahkan melambaikan tangan kepada kami dan berharap kami beruntung. Kemudian ketika kami melintasi lapangan, mereka mulai menembaki kami dari segala arah," kata Inna dilansir TribunWow.com dari BBC, Selasa (19/4/2022).

Ada lima mobil dalam konvoi kendaraan yang mengungsi.

Elisei berada di mobil kedua, di mana tidak ada yang selamat.

"Saya merangkak melewati lapangan dan menyelamatkan putra saya yang berusia tiga tahun dengan menyeretnya ke tudung jaketnya. Fakta bahwa salah satu dari kami berhasil keluar hidup-hidup adalah murni keberuntungan," tutur Inna lagi.

Dia mengatakan anaknya yang lebih muda adalah satu-satunya alasan dia bisa melanjutkan hidup.

Dia mengajukan pengaduan ke polisi dan menginginkan keadilan atas pembunuhan Elisei.

"Saya ingin dunia tahu tentang kejahatan Rusia. Saya ingin setiap korban dihitung. Saya ingin Rusia bertanggung jawab atas orang-orang, anak-anak dan perempuan, yang mereka bunuh di tanah kami," tegas Innai.

Elisei ada di antara lebih dari dua ratus anak yang diketahui telah terbunuh di Ukraina sejauh ini, sementara ratusan lainnya terluka. (TribunWow.com/Anung/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Lihat Sumber

  • 0

  • 0

Rekomendasi Artikel

Sudah Cerai, 9 Potret Mantan Pasangan Artis Kompak Hadiri Wisuda Anak

Popbela.com

Malaysia Open 2022: Kata Gregoria Usai Kalahkan Ratu Bulu Tangkis Dunia

Kompas.com

5 Anggota Fromis_9 Alami Kecelakaan, Showcase Comeback Terpaksa Dibatalkan

Parapuan

Marshanda Ditemukan di Tempat Peredaran Narkotika di Los Angeles, Keluarga: Dia Butuh Privasi

TribunDepok

1

Konglomerat Malaysia Incar Dua Mega Proyek Indonesia. Siap Ambil Alih Pembangunan Nasional?

99.co

1

Tulis komentar...