Ada Ali Mochtar Ngabalin dalam Rombongan Menteri KKP Edhy Prabowo?

PojokSatu | 5 months ago


POJOKSATU.id, JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin terseret dalam penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Dilansir PojokSatu.id dari RMOL, Ngabalin yag merupakan Dewan Pembina Kementerian Kelautan dan Perikanan itu ada dalam rombongan saat KPK melakukan penangkapan.

Akan tetapi, Ngabalin dikabarkan tidak ikut dibawa oleh lembaga antirasuah tersebut.

Disebutkan, ada 13 orang yang menjadi rombongan bersama Edhy Prabowo.

Salah satunya adalah anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Iis Rosita Dewi, yang tidak lain adalah istri Edhy.

Selain itu, yang ikut dalam rombongan Edhy Prabowo di antaranya ajudan Edhy Prabowo, ajudan Iis, serta pejabat KKP lainnya.

Penangkapan itu sendiri dilakukan usai pesawat ANA Air dari San Francisco, Amerika Serikat, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (25/11/2020) dini hari.

Saat ini, sejumlah orang yang dibawa, tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Terpisah, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku belum bisa memberikan banyak komentar terkait penangkapan salah satu kader Partai Gerindra itu.

Ali Mochtar Ngabalin

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo

OTT KPK

Partai Gerindra


“Kami baru mendengar berita soal kader kami yang menjadi Menteri KKP itu (ditangkap) baru dari media massa, baik media cetak, online, maupun televisi,” ujar Dasco.

“Untuk itu kami dari Partai Gerindra belum bisa berkomentar lebih jauh,” sambungnya kepada wartawan di Senayan.

Dasco menyatakan, saat ini pihaknya masih menunggu informasi resmi dari KPK.

Karena itu, ia meminta semua pihak agar bersabar dan menunggu perkembangan lanjutan atas penangkapan oleh lembaga antirsuah tersebut.

Anak buah Prabowo Subaianto ini juga masih enggan berkomentar saat ditanya perkara ekspor benih lobster (benur) yang menjerat koleganya itu.

“Kami belum bisa memberikan tanggapan, belum bisa menduga-duga sebelum mendapatkan keterangan resmi dari KPK,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan adanya giat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pihaknya pada Selasa (25/11/2020) dini hari.

“Benar pukul 01.23 dini hari di Soetta,” kata Ghufron saat dikonfirmasi wartawan d Jakarta.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

“Kami telah mangamankan sejumlah orang pada malam dan dinihari tadi,” kata Nawawi.

Namun saat ditanyakan lebih lanjut ihwal siapa dan terkait perkara apa, Nawawi belum mau menjelaskan.

“Maaf selebihnya nanti aja, saya masih dalam perjalanan ke kantor,” ujarnya.

BERIKUTNYA >

Ali Mochtar Ngabalin

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo

OTT KPK

Partai Gerindra


Ketua KPK Firli Bahuri melalui pesan singkatnya menyatakan, Edhy Prabowo ditangkap di bandara.

“Tadi malam Menteri KKP diamankan KPK di Terminal 3 Bandara Soetta saat kembali dari Honolulu,” ujar Firli.

“Yang bersangkutan, diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor baby lobster,” tambah Firli.

Dari Bandara Soekarno-Hatta, Edhy Prabowo langsung digelandang ke markas KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

“Sekarang beliau ada di KPK untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Kendati demikian, mantan Kapolda Sumatera Selatan ini enggan membeberkan detil kasus tersebut.

“Nanti, akan disampaikan penjelasan resmi KPK. Mohon kita beri waktu tim Kedeputian Penindakan, untuk bekerja dulu,” tandasnya.

(ruh/pojoksatu)

Ali Mochtar Ngabalin

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo

OTT KPK

Partai Gerindra


Lihat Sumber

Rekomendasi Artikel

BREAKING NEWS: Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Tanggal 13 Mei 2021

IndozoneID

Dukung Satgas RAFI 2021, PGN Pastikan Keamanan Infrastruktur dan Layanan Gas Bumi

RiauHeadline

Peneliti Keamanan Temukan Celah di Chip Qualcomm, Targetkan Pengguna Android

IndozoneID

Cerita Wartawan Diturunkan Petugas dari Mobil Travel di Tol Pasteur Meski Ada Surat Dinas

IndozoneID

Fakta Baru Anggota TNI Dikeroyok Mata Elang Jakarta, Mobil yang Dibawa Ternyata Nunggak 8 Bulan

PojokSatu

23